Monday, June 15, 2020

Memantik Minat Baca Anak agar Melek Literasi, Let’s Read

                                                                                  

Memantik Minat Baca Anak agar Melek Literasi, Let’s Read





“Bundo, baca buku, yuuk"

Masih terekam jelas di ingatan saya kejadian tahun lalu, kata-kata yang sering diucapkan anak lima tahun ini kalau ia ingin dibacakan buku.

Tengah malam kalau terbangun, ia merengek minta dibacakan buku lagi. Kebayang kan tengah malam mata sepet dibawa baca buku? Gak fokus, buuk. Terus yang bikin "horor" adalah kalau saya salah baca, dia protes karena sudah hafal ceritanya saking seringnya dibacakan.  Bagian ini jauh lebih horor daripada dikoreksi dosen saat sidang skripsi. Haha.

Ritual sebelum tidur yang kami biasakan adalah membaca buku. Awalnya minta dibacain satu buku saja, tapi sudah habis 3 jilid anaknya masih belum merem, dia minta lagi dan lagi. Kadang saya sedang memasak atau mengerjakan pekerjaan rumah lainnya pun, dia minta dibacakan buku. Akhirnya semua pekerjaan terbengkalai, tumpukan piring kotor yang harus dicuci, cucian yang melambai-lambai, belum lagi setrikaan yang harus diselesaikan.

Tapi, itu dulu. Sekarang si gadis lima tahun ini sudah bisa membaca mandiri. Ia sudah sangat menikmati "bercengkerama" dengan buku-bukunya. Kami sama sekali tidak memaksanya untuk bisa membaca dan mengeja kata di usia dini, yang kami tanamkan hanyalah kebiasaan suka buku sejak dini. Bisa membaca merupakan bonus yang ia dapatkan karena suka dengan buku. Alhamdulillah.
  
Bagaimana cara menumbuhkan minat baca pada anak dan membuat kegiatan membaca menjadi sangat menyenangkan?
  

1.  Membiasakan Anak Berinteraksi dengan Buku sejak Dini

  
Board Book Pertama Beli di BBW
Board Book Flip Flap Pertama Beli di BBW

Saya pribadi mencoba mengenalkan  anak dengan buku sejak usainya 1 tahun.  Buku anak  pertama yang saya beli untuk Zifa adalah buku BBW. Tahun 2016, Big Bad Wolf ( BBW) yang merupakan bazar buku superbesar hadir di Jakarta dan saya bela-belain beli buku lewat Jasa Titip di Instagram dengan menguras habis tabungan dan uang jajan yang diberi suami. 3 buku awal yang saya beli adalah 1 Board Book Flip Flap, 1 Set Board Book Mini dan Ready Set Learn Alphabets. Awalnya saya nggak sadar masuk ke akun Jasa Titip tersebut, bermodal scroll feed eh akhirnya tersesat di sana dan endingnya saya “teracuni” dengan postingannya. Duuh, maafkan saya yang tersesat di jalan yang benar. 

Sejak saat itu saya mulai mengenalkan buku pada Zifa dengan cara mengajaknya bermain dengan buku,  membolak balik halamannya, melihat gambar-gambar yang ada di buku dan sesekali membacakan cerita padanya. Responnya gimana? Ketika tahap awal saya melakukan Read Aloud, dia melengos. Wkwk. Jangan harap anak akan duduk diam sembari kita membacakannya dari awal sampai akhir halaman. Baru dibacain sebentar barang 1 atau 2 tarikan nafas aja, anaknya sudah kabur kesana kemari.  Tapi, jangan patah semangat, tetap kenalkan dan tetap bacakan karena mereka mendengar, with their whole body.

Tahap pertama perkenalan dengan buku mungkin anak antengnya sebentar saja, tapi lama kelamaan mereka akan terbiasa dan mereka akan sangat menikmati bermain dengan buku. Jadikan aktivitas membaca sebagai kegiatan yang menyenangkan, jadikan buku sebagai kawan bermain yang seru untuknya. Kita tak harus menetapkan target muluk-muluk, tak perlu berambisi untuk membuat anak bisa baca di usia dini. Target utamanya adalah suka buku kalau anak sudah suka, maka dia akan mencari tahu bagaimana caranya untuk bisa membaca. Percayalah, anak-anak kita hanya butuh pembiasaan untuk bisa jatuh cinta dengan buku.
  

2. Sediakan Buku Bacaan yang Sesuai dengan Rentang Usia Anak

  
Bermain Board Book Halo Balita
Bermain Board Book
Tak hanya film, buku juga ada rating umurnya, lho. Pada usia Balita anak akan sangat tertarik dengan warna yang cerah. Sediakan mereka buku- buku dengan warna dan ilustrasi menarik, namun minim tulisan (wordless book).  Lalu, biarkan mereka berimajinasi sendiri dengan apa yang mereka lihat.

Selain Wordless book, pastikan juga buku anak terbuat dari bahan yang kokoh dan tidak mudah sobek, yap, Board Book (buku yang terbuat dari kertas karton) adalah pilihan tepat sebagai langkah awal perkenalannya dengan buku.

Selain board book dari BBW,  Board book lainnya yang saya punya untuk Zifa adalah Buku Paket Halo Balita. 1 paketnya berisi 25 jilid buku dengan tema yang beragam. Kebayang kan, buku yang awalnya cuma segenggaman jari dari BBW, tiba-tiba ditambah dengan segabruk buku yang langsung membuat rumah serasa perpustakaan pribadi. Review Halo Balita bisa dibaca di postingan dengan label Review.
  

3. Letakkan Buku di Tempat yang Mudah diakses


Saya meletakkan buku di tempat yang mudah untuk diakses anak. Layaknya mainan, mereka tidak perlu minta bantuan orang tua saat mereka ingin bermain dengan buku. Sebelum punya rak buku, saya meletakkan buku di dalam dus yang bagian atasnya dibiarkan terbuka. *anggap aja lemari buku ya, nak* Kemudian setelah punya rak buku sederhana, bukunya pindah rumah ke tempat yang lebih layak.

Di semua sudut rumah kontrakan kecil kami akan ada buku bergelimpangan. Di kasur ada buku, di rak piring ada buku, di tumpukan baju yang baru dicuci pun ada buku. Buku- buku ini malamnya sudah dirapikan, tapi ketika pagi mereka akan berpindah tempat, mereka pasrah dibawa kemana saja oleh pembaca ciliknya. Jangan ditanya seberapa berantakannya rumah kost kami, kayak kapal yang dirompak bajak laut.

4. Childreen See, Children Do



Anak sejatinya adalah peniru ulung, mereka akan mencontoh apa yang mereka lihat dalam kesehariannya. Peran orang tua sangat penting dalam membiasakannya dekat dengan buku. Jadilah panutan utama bagi mereka. Akan sangat sulit mengharapkan anak jadi suka membaca jika kita sebagai orang tuanya jarang baca buku. Anak perlu contoh nyata dari orang tuanya bahwa membaca itu sebegitu mengasyikkan.

Bahkan setelah punya buku pun, tugas orang tua tak berhenti sampai disitu saja. Ada tugas besar yang mesti ditunaikan, menjadikan buku sebagai bagian dari keseharian kita. Percayalah, tak ada satu buku pun yang akan membuat anak suka membaca dalam sekejap, buku sakti sekalipun. Begitu anak disodorkan buku mereka tidak ujug-ujug jadi suka dan gila membaca kalau hanya dibiarkan saja tanpa support system dari kita. Butuh usaha dan peran orang tua di dalamnya karena kita adalah garda terdepan dalam mengawali perjalanannya untuk suka membaca. 

Segudang buku-buku yang kita sediakan akan membawa mereka berpetualang kemana saja, ke seluruh penjuru dunia.
  

5. Membaca Bersama Anak di Aplikasi Let’s Read


Membaca Bersama di Aplikasi Let's Read
Membaca Bersama di Aplikasi Let's Read

Belakangan ini Zifa sering minta dibelikan buku  padahal baru 3 hari yang lalu kami membelikan buku untuknya. Buku seri dongeng negeri buah 15 jilid habis dilahap dalam 2 hari. Setelah buku bacaan habis, dia menodong kami lagi untuk beli buku. “Buku yang kemaren sudah selesai dibaca, sudah seriiing diulang-ulang. Adek jadi bosan bacanya ituuuu aja teruuusss”, begitu rengeknya.

Beruntung sekarang ada aplikasi Let’s Read yang menyediakan berbagai bacaan untuk anak, jadi saya punya stok bacaan ketika anak merengek minta beli buku (lagi). Dengan mengunduh aplikasinya, dijamin kita tidak akan kehabisan bahan bacaan. Aplikasi Let's Read ini diprakarsai oleh Books for Asia dari The Asia Foundation yang bertujuan menumbuhkan para pembaca cilik di Asia



Mengapa Membaca di Let’s Read?.Ada beberapa alasan mengapa kami membaca di Let’s Read


1.  Bacaannya Banyak




Buku bacaan yang disediakan di sini sangat banyak. Mulai dari level awal sampai level 5. Semakin tinggi level yang dipilih maka semakin banyak tulisannya dan semakin panjang ceritanya. Pilihan temanya juga beragam, ada tema Superhero dan Adventures yang biasanya digandrungi anak laki-laki dan ada tema persahabatan yang biasanya disukai anak perempuan. Temanya banyak, bisa di sesuaikan dengan minat anak. Selain itu, pilihan bahasanya pun banyak, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, serta bahasa daerah, keren kan? Jadi, selain membaca kita juga bisa belajar bahasa daerah. Semua buku bacaan serasa ada dalam genggaman.



 2.  Bisa di unduh Gratis dan Bisa Dicetak



Tampilan Depan Let's Read
Tampilan Depan Let's Read


Semua cerita di Let’s Read ini bisa diunduh secara gratis dengan format PDF dan nantinya bisa dibaca tanpa harus terkoneksi internet. Selain itu juga bisa dicetak, tapi bukan untuk dikomersilkan ya. Dengan adanya aplikasi Let’s Read ini tentunya anak tak akan kehabisan buku untuk dibaca.



3.  Ilustrasinya Menarik


Ilustrasi Let's Read
Ilustrasi Let's Read

Kalau ditilik buku anak itu ilustrasinya menarik dan eye catching banget, kan? Karena fokus utama anak saat disodorkan buku adalah gambarnya apalagi anak yang belum bisa membaca. Mereka lebih tertarik dengan gambar dan kemudian akan mengoceh sendiri dengan bahasa mereka seperti yang terjadi pada Zifa ketika dia belum bisa membaca.


4. Solusi Praktis Saat Bepergian


Kebayang kan kalau Travelling? Beuh, pasti bawaanya segambreng, bawa barang aja udah banyak ditambah lagi dengan buku bacaan. Nah, disaat seperti ini Let’s Read bisa diandalkan, lho. Kita tak harus membawa buku untuk menemani anak, cukup dengan aplikasi yang sudah diunduh, kita bisa menciptakan kegiatan membaca bersama anak. Praktis, kan?

Bagaimana, tertarik untuk mengunduhnya karena banyak keunggulannya? Yuk, kita tanamkan minat baca sejak dini pada anak agar kelak mereka tumbuh menjadi generasi melek literasi, bukan generasi yang gagap literasi. Aplikasi Let’s Read ini sangat cocok dijadikan media untuk memantik minat baca anak. 

Aplikasi Let's Read bisa di unduh di sini https://bit.ly/downloadLR


Unduh Aplikasi Let's Read

Unduh Aplikasi Let's Read


Kehadiran Let’s Read semoga bisa memantik dan  mendongkrak minat baca anak-anak Indonesia karena menurut laporan  PISA (Programme for International Student Asessment) 2019, skor membaca Indonesia ada di peringkat 72 dari 77 negara. Sungguh miris sekali.

Semoga dengan adanya Let’s Read ini bisa membawa perubahan untuk menggeser posisi Indonesia agar berada di papan atas skor PISA. Yuk, lakukan perubahan dengan memulainya dari keluarga kita, dari hal yang paling kecil dan dimulai saat ini juga.

"Children are made readers on the laps of their parents."
-Emilie Buchwald



Sumber bacaan: 

https://www.liputan6.com/global/read/4126480/skor-terbaru-pisa-indonesia-merosot-di-bidang-membaca-sains-dan-matematika






Thursday, December 19, 2019

Pengalaman Pertama Tambal Gigi

Pengalaman Pertama Tambal Gigi


Pengalaman Pertama Tambal Gigi
Pengalaman Pertama Tambal Gigi

Hallo, apa kabar sobat semua? Semoga sehat selalu ya, gak ada yang sakit apalagi sakit gigi. Fyuh, kalau boleh memilih mending sakit hati daripada sakit gigi, eh enggak dink, lebih baik gak dua-duanya, gak sakit hati dan gak sakit gigi juga. Maunya. Haha.

Eh, tapi beneran deh kalau sakit gigi itu rasanya gak karuan banget. Pas udara panas sakitnya kambuh apalagi udara dingin seperti sekarang frekuensi sakitnya makin sering muncul. Sialnya lagi sakitnya sering kumat malam hari. Sakitnya kadang bikin saya nangis sampai gak bisa tidur. Hidup terasa sendiri, punya pacar (suami) pun terasa jomblo. Sakit gigi itu sungguh sangat menyiksa, Jenderal!

Nah, berawal dari sakit gigi  yang sangat menyiksa ini, saya akhirnya ke dokter gigi setelah acara “ntar sok, ntar sok”.  Kalau lagi sakit gigi, tekad untuk ke dokter gigi semakin kuat dan menggebu-gebu, “ntar kalu udah gak sakit gigi lagi, mau ke dokter aja” begitu janjinya. Tapi, apa yang terjadi setelah gigi udah nggak nyut-nyut lagi? Janji tinggal janji. Haha

Kalau sakitnya kumat lagi setelah beberapa minggu,  janji lagi buat benar-benar ke dokter. Kalau udah sehat, lupa lagi sama janjinya. Begituuu aja teroos sampai Upin Ipin Wisuda dari Tadika Mesra. Semacam “Tobat Sambalado” begitu kira-kira ungkapannya dalam bahasa daerah saya. Please, yang ini jangan pernah dicontoh.BHA HA YHAA

Kenapa pakai alasan “ntar sok, ntar sok”? Karena kengerian saya berhadapan dengan dokter. Jujurly, saya orang yang takuut banget kalau ke dokter. Pain tolerance saya sangat amat rendah. Duuh, kalau begini jadi malu sendiri.Udah umur kepala 3, masih aja takut ke dokter. Makanya saya menanamkan konsep “dokter itu baik” ke anak saya melalui buku cerita. Biar nanti anak saya gak takut saat ke dokter. Dan ini terbukti manjur. Ketika Zifa saya ajak ke dokter gigi untuk memeriksa gigi, sama sekali dia gak takut, malah ketagihan untuk periksa di dokter gigi. Bisa baca di sini pengalaman saya membawa balita ke dokter gigi. Bisa baca Tips mengajak Balita ke dokter gigi di sini 

Okay, back to the topic!

Sampai suatu hari saya benar-benar bertekad ke dokter gigi untuk memeriksakan gigi yang sakit. Gigi geraham bawah saya harus ditambal dan itupun gak bisa dalam satu kali tindakan langsung selesai. Saya harus bolak balik selama lebih kurang 3 kali tindakan untuk bisa tambal permanen.

Awalnya deg deg-an banget begitu menginjakkan kaki di Klinik Petanu Medical Center yang berlamat di Jl. Tukad Petanu no 9c, Panjer, Denpasar Selatan. Apalagi ketika mendengar pintu ruangan periksa berderit dan asisten dokter memanggil satu persatu nama pasien, hmm rasanya jantung berdetak lebih kencang. Sembari menunggu giliran dipanggil, perang bathin dahsyat berkecamuk dalam pikiran saya. *Le go to the bhay, Lebay maksimal* Saya takut, deg degan banget, tangan terasa dingin. Tapi, akal sehat dalam diri mencoba berontak, “Apa sih yang ditakutin, toh orang yang sudah keluar dari ruangan periksa nggak kenapa-kenapa kok”, “kalau memang sakit, palingan cuma bentar kok” ,“Pilih mana, mendem sakit gigi terus menerus atau nahan sakit sebentaaar aja waktu dilakukan tindakan sama dokter”. 

Akhirnya, tibalah giliran saya dipanggil. Dokternya ramah dan sebelum dipersilakan duduk di kursi eksekusi, saya ditanya dulu keluhannya apa. Setelah duduk di kursi periksa, langkah awal yang dilakukan dokter adalah membersihkan sisa makanan yang menempel dan terjebak di lobang gigi. Dokter memasukkan alat kecil yang ada pengait di ujungnya. Nah, di sini nih yang menimbulkan sensasi kejut. Rasanya ngilu dan agak snut-snut. Setelah dibersihkan kemudian diberi tambalan sementara dulu. Setelah 1 minggu kontrol lagi. Jika dalam rentang waktu itu nggak ada sakit atau nyeri, maka baru bisa dilakukan tindakan tambal gigi permanen.

Baca juga:




Dokter memasukkan sesuatu ke dalam gigi yang berlobang, kemudian ditutup dengan bahan seperti semen yang warnanya putih kemudian ditekan-tekan yang membuat sensasi ngilu tersendiri. Setelah itu dokter menyuruh saya menekan-nekan tambalan tadi dengan gigi (mengatupkan gigi) untuk mengecek tambalannya sudah rata atau belum, tambalannya terasa mengganjal atau nggak. Kalau masih terasa ganjel, dokter akan meratakannya lagi.  Selesai deh, proses tambalannya.

Hmm, untung pakai BPJS.  Coba kalau biaya mandiri, Fyuh, bisa kering saldo rekening saya. Sekali tindakan untuk dokter spesialis memang harganya lumayan merogoh kocek. Kalau 2 atau 3 kali bolak balik dokter gigi, bayangkan aja sekian ratus ribu melayang-layang terbang di udara. .*emak-emak banget kan?*

Tambal gigi itu sakit gak? Kalau sakit sih ngak ya, cuma suara bornya itu yang bikin saya merinding. Hihi. Prosesnya kira-kira 20 menitan untuk ditambal. Untuk tambal permanen, tambalan sementaranya harus dibor lagi. Nah, proses pengeboran yang kedua ini agak terasa ngilu daripada yang pertama.  Setelah ditambal permanen, Alhamdulillah nggak pernah sakit lagi.

Dokternya berpesan kalau gigi yang disebelahnya sudah berlobang parah dan gak bisa diselamatkan dengan cara ditambal, harus dicabut karena hanya tinggal bagian pinggirnya saja. Sedangkan bagian dalamnya sudah habis terkikis. Harus dicabut secepatnya. Kalau nggak segera dicabut nanti akan melebar ke gigi lainnya.

Tapi tindakan cabut gigi juga gak bisa sekarang karena untuk peserta BPJS hanya bisa dilakukan 1 kali ­­­ tindakan per kunjungan. Selain itu, kondisi gigi yang gak menungkinkan untuk dicabut saat itu juga karena gusi yang bengkak. Saya diresepkan obat penghilang bengkak saja. Lagian saya juga belum siap mental untuk dicabut saat itu juga. Nanti setelah obatnya habis dan saya siap mental, silakan datang kembali. Karena cabut gigi juga harus dalam keadaan yang fit, tensi harus normal. Pokoknya siap mental, begitu pesan dokternya.

Nah, buat kamu yang mau ke dokter gigi untuk tambal, gak usah takut karena gak sakit-sakit banget kok. Bagi kamu yang belum pernah sih memang deg deg an, tapi setelah selesai ditambal, kamu bakal bergumam, “Oh, ternyata rasanya biasa aja kok”. Cuma sedikit ngilu dan snut snut dikiiit, itu pun masih bisa ditolerir kok.

Saya paham kok, gimana perasaan kamu, deg deg an kan? Apalagi yang baru pertama mau ke dokter gigi, pasti ngerasa takut banget. Takut kalao tambal gigi itu bakal sakit banget. Kenyataannya? Nggak gitu juga keleussss!.

Beraniin diri aja, kalo kamu takut dan menunda menambal gigi, efeknya bisa lebih buruk lagi. Sisa makanan akan semakin banyak tertinggal di lobang gigi, lobangnya pun akan semakin membesar dan sisa makanan akan membusuk di gigi. Perawatannya pun akan lebih lama. Rasa sakitnya juga akan lebih terasa karena dokter harus mengorek-orek gigi lebih dalam lagi.  Jadi, sebaiknya segera ke dokter jika gigimu sudah mulai terlihat tanda-tanda bakal muncul lobang daripada dilanda kegalauan berkepanjangan karena memikirkan rasa sakit ketika dilakukan tindakan atau  ketika kamu dilanda rasa sakit gigi yang sungguh sangat menyiksa. Ya kan?  




Sunday, December 8, 2019

Doku Wallet : Cara Membuat Akun Doku Wallet dan Cara Top Up Saldo


Doku Wallet : Cara Membuat Akun Doku Wallet dan Cara Top Up Saldo


Cara Membuat Akun Doku Wallet dan Cara Top Up Saldo
Cara Membuat Akun Doku Wallet dan Cara Top Up Saldo

Rahma Weni ---  Halo, apa kabar semuanya? Sudah pernah dengar Doku? Kalau kemaren saya share tentang Aliexpress, situs belanja online internasioanl, sekarang saya mau share tentang Doku. Apa sih Doku Wallet itu?

Bagi kamu yang sering belanja Online sepertinya tidak asing lagi dengan Paypal kan? Nah, Doku ini hampir sama dengan paypal.  Doku Wallet ini fungsinya sebagai dompet elektronik yang bisa digunakan untuk belanja online ataupun offline di merchant yang sudah menjadi rekanan Doku. Doku Wallet bisa juga dipakai untuk beli pulsa, bayar tagihan atau beli paket data. Namun, untuk premium users selain untuk belanja, Doku Wallet juga bisa untuk mengirim uang ke sasama pengguna Doku atau transfer ke rekening bank. Lumayan lengkap, kan?

Untuk Menggunakan layanan DOKU Wallet, kamu tentunya harus memiliki DOKU ID yaitu ID unik sebagai representasi rekeningmu yang terdiri dari 10 digit angka.

Oke, langsung saja ke cara membuat akun di Doku:

Bagaimana Cara Membuat Akun Doku Wallet?

Download aplikasi Doku Wallet di Play Store

Klik Daftar Sekarang

Klik Masuk




Isikan Nama lengkap, jenis kelamin lalu klik Selanjutnya

Masukkan alamat email yang aktif dan isikan no hp  karena nanti pihak Doku akan mengirimkan email untuk mengaktifkan akun Doku. Lalu klik Selanjutnya






































Set tanggal lahir lalu klik Selanjutnya



Buat password yang terdiri dari 8 digit dan merupakan gabungan huruf dan angka dan ketik ulang, lalu klik Selanjutnya






































Setelah mengisi semua data, konfirmasi akun. Periksa lagi semua data apakah sudah benar. Jika sudah benar lalu centang kotak “Saya menyetujui Syarat dan Ketentuan dan Kebijakan Privasi”. Baru setelah itu klik BUAT AKUN SAYA.



Tampilan Dasboard lebih kurang seperti itu.






















Tampilan ini merupakan tampilan untuk akun biasa.  Untuk mengupgrade ke akun premium agar bisa transfer antar sesama pengguna Doku atau melakukan transfer ke rekening bank. Selain itu, kelebihan akun premium ini adalah bisa tarik tunai dan saldo maksimum bisa sampai 10 juta. Untuk mengupgrade ke akun premium, maka kita harus lengkapi profil terlebih dahulu. Klik menu lalu edit menu dan pilih lengkapi profil.


Pada bagian Lengkapi Profil, kita akan diminta untuk mengisi data diri, seperti nama, No. KTP, alamat dll. Kemudian upload Foto Kartu tanda pengenal misalkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan juga Foto diri yang sedang memegang KTP.
 

Nah, bagian ini nih yang sedikit wasting time karena sering gagal dan akhirnya diulang lagi proses yang sama. kadang hasil fotonya nggak presisi, kita mengarahkan kameranya secara vertikal tapi nanti hasilnya gambar tampil secara horizontal. jadi nggak sama dengan yang diminta aplikasi. So, harus ulang lagi foto KTP dan foto wajah sambil pegang ID. Hm, lumayan memakan waktu untuk proses verifikasinya. huhuhu..

Kadang verifikasi ditolak karena "Foto Kurang Jelas” atau ketika mau sumbit tapi selalu muncul keterangan “Lengkapi Semua Data”, padahal semua data sudah diisi.  Kita bis ahubungi CS Doku untuk meminta bantuan melalui email ke “care@doku.com” tapi, harap sediakan seember kesabaran dalam menunggu balasan email Doku ini. mereka responnya zuperr lama. Saya menghubungi Doku responnya berhari-hari.

Biaya pendaftarannya gratis, namun untuk setiap kali transaksi pengisian saldo DOKU akan dikenakan biaya administrasi sesuai dengan ketentuan tarif transfer antar bank.

Setelah selesai mendaftar ke Doku Wallet, kamu akan mendapatkan DOKU ID berupa 10 digit angka yang bisa kamu lihat pada halaman depan website resmi/aplikasi Doku Wallet.


Cara Membuat PIN Doku Wallet

Setiap melakukan transaksi finansial, kamu akan diminta untuk mengisi PIN yang telah kamu tentukan sebelumnya.Untuk membuat PIN, ketuk logo DOKU pada pojok kiri atas, kemudian masuk ke Edit Akun. lalu klik Buat PIN Baru yang terdiri dari 4 digit.






















Dalam beberapa saat kamu akan menerima SMS kode OTP berupa 6 digit angka yang harus kamu input ke aplikasi DOKU beserta password kamu untuk konfirmasi. Sampai tahap ini proses embuatan PIN selesai. Untuk bisa bertransaksi dengan menggunakan DOKU, tentunya harus ada saldonya dong. 

Cara Isi Saldo DOKU (Top Up)

Cara Top Up via Internet Banking BRI

Memilih menu “Transfer”
Memilih menu “Bank Lain”
Memilih kode Bank “Bank Permata”
Kemudian Masukkan nomor rekening “856666” + 10 digit DOKU Wallet ID kita. Contoh : 8566661234567890
Lalu masukkan jumlah transfer (nominal isi ulang)
Terakhir pilih “OK”
Setelah transaksi selesai, saldo DOKU Wallet akan otomatis terisi dalam waktu 5-10 menit. Transaksi ini juga akan dikenakan biaya sesuai dengan ketentuan tarif transfer antar bank.
Minimum transfer Rp 10.000,-

Top Up DOKU Wallet Lewat Gerai Alfamart dan Group Minimarket

 Mengunjungi gerai Alfamart, Alfamidi, AlfaExpress, DAN+DAN, atau Lawson terdekat.
Mengajukan permintaan Top Up DOKU Wallet Anda kepada kasir.
Menyebutkan 10 digit DOKU Wallet ID dan nilai top up. Pilihan nominal yang tersedia: Rp 20.000, Rp 50.000, Rp 100.000, Rp 200.000, Rp 300.000, Rp 400.000, Rp 500.000)
Lalu bayarlah sejumlah nilai top up 
Proses Top Up Sukses. Simpan bukti pembayaran dan segera cek saldo DOKU Wallet

Seperti itu langkah membuat akun Doku dan top up saldo di Doku. Semoga membantu. 
.































 .











5.