Thursday, December 19, 2019

Pengalaman Pertama Tambal Gigi

Pengalaman Pertama Tambal Gigi


Pengalaman Pertama Tambal Gigi
Pengalaman Pertama Tambal Gigi

Hallo, apa kabar sobat semua? Semoga sehat selalu ya, gak ada yang sakit apalagi sakit gigi. Fyuh, kalau boleh memilih mending sakit hati daripada sakit gigi, eh enggak dink, lebih baik gak dua-duanya, gak sakit hati dan gak sakit gigi juga. Maunya. Haha.

Eh, tapi beneran deh kalau sakit gigi itu rasanya gak karuan banget. Pas udara panas sakitnya kambuh apalagi udara dingin seperti sekarang frekuensi sakitnya makin sering muncul. Sialnya lagi sakitnya sering kumat malam hari. Sakitnya kadang bikin saya nangis sampai gak bisa tidur. Hidup terasa sendiri, punya pacar (suami) pun terasa jomblo. Sakit gigi itu sungguh sangat menyiksa, Jenderal!

Nah, berawal dari sakit gigi  yang sangat menyiksa ini, saya akhirnya ke dokter gigi setelah acara “ntar sok, ntar sok”.  Kalau lagi sakit gigi, tekad untuk ke dokter gigi semakin kuat dan menggebu-gebu, “ntar kalu udah gak sakit gigi lagi, mau ke dokter aja” begitu janjinya. Tapi, apa yang terjadi setelah gigi udah nggak nyut-nyut lagi? Janji tinggal janji. Haha

Kalau sakitnya kumat lagi setelah beberapa minggu,  janji lagi buat benar-benar ke dokter. Kalau udah sehat, lupa lagi sama janjinya. Begituuu aja teroos sampai Upin Ipin Wisuda dari Tadika Mesra. Semacam “Tobat Sambalado” begitu kira-kira ungkapannya dalam bahasa daerah saya. Please, yang ini jangan pernah dicontoh.BHA HA YHAA

Kenapa pakai alasan “ntar sok, ntar sok”? Karena kengerian saya berhadapan dengan dokter. Jujurly, saya orang yang takuut banget kalau ke dokter. Pain tolerance saya sangat amat rendah. Duuh, kalau begini jadi malu sendiri.Udah umur kepala 3, masih aja takut ke dokter. Makanya saya menanamkan konsep “dokter itu baik” ke anak saya melalui buku cerita. Biar nanti anak saya gak takut saat ke dokter. Dan ini terbukti manjur. Ketika Zifa saya ajak ke dokter gigi untuk memeriksa gigi, sama sekali dia gak takut, malah ketagihan untuk periksa di dokter gigi. Bisa baca di sini pengalaman saya membawa balita ke dokter gigi. Bisa baca Tips mengajak Balita ke dokter gigi di sini 

Okay, back to the topic!

Sampai suatu hari saya benar-benar bertekad ke dokter gigi untuk memeriksakan gigi yang sakit. Gigi geraham bawah saya harus ditambal dan itupun gak bisa dalam satu kali tindakan langsung selesai. Saya harus bolak balik selama lebih kurang 3 kali tindakan untuk bisa tambal permanen.

Awalnya deg deg-an banget begitu menginjakkan kaki di Klinik Petanu Medical Center yang berlamat di Jl. Tukad Petanu no 9c, Panjer, Denpasar Selatan. Apalagi ketika mendengar pintu ruangan periksa berderit dan asisten dokter memanggil satu persatu nama pasien, hmm rasanya jantung berdetak lebih kencang. Sembari menunggu giliran dipanggil, perang bathin dahsyat berkecamuk dalam pikiran saya. *Le go to the bhay, Lebay maksimal* Saya takut, deg degan banget, tangan terasa dingin. Tapi, akal sehat dalam diri mencoba berontak, “Apa sih yang ditakutin, toh orang yang sudah keluar dari ruangan periksa nggak kenapa-kenapa kok”, “kalau memang sakit, palingan cuma bentar kok” ,“Pilih mana, mendem sakit gigi terus menerus atau nahan sakit sebentaaar aja waktu dilakukan tindakan sama dokter”. 

Akhirnya, tibalah giliran saya dipanggil. Dokternya ramah dan sebelum dipersilakan duduk di kursi eksekusi, saya ditanya dulu keluhannya apa. Setelah duduk di kursi periksa, langkah awal yang dilakukan dokter adalah membersihkan sisa makanan yang menempel dan terjebak di lobang gigi. Dokter memasukkan alat kecil yang ada pengait di ujungnya. Nah, di sini nih yang menimbulkan sensasi kejut. Rasanya ngilu dan agak snut-snut. Setelah dibersihkan kemudian diberi tambalan sementara dulu. Setelah 1 minggu kontrol lagi. Jika dalam rentang waktu itu nggak ada sakit atau nyeri, maka baru bisa dilakukan tindakan tambal gigi permanen.

Baca juga:




Dokter memasukkan sesuatu ke dalam gigi yang berlobang, kemudian ditutup dengan bahan seperti semen yang warnanya putih kemudian ditekan-tekan yang membuat sensasi ngilu tersendiri. Setelah itu dokter menyuruh saya menekan-nekan tambalan tadi dengan gigi (mengatupkan gigi) untuk mengecek tambalannya sudah rata atau belum, tambalannya terasa mengganjal atau nggak. Kalau masih terasa ganjel, dokter akan meratakannya lagi.  Selesai deh, proses tambalannya.

Hmm, untung pakai BPJS.  Coba kalau biaya mandiri, Fyuh, bisa kering saldo rekening saya. Sekali tindakan untuk dokter spesialis memang harganya lumayan merogoh kocek. Kalau 2 atau 3 kali bolak balik dokter gigi, bayangkan aja sekian ratus ribu melayang-layang terbang di udara. .*emak-emak banget kan?*

Tambal gigi itu sakit gak? Kalau sakit sih ngak ya, cuma suara bornya itu yang bikin saya merinding. Hihi. Prosesnya kira-kira 20 menitan untuk ditambal. Untuk tambal permanen, tambalan sementaranya harus dibor lagi. Nah, proses pengeboran yang kedua ini agak terasa ngilu daripada yang pertama.  Setelah ditambal permanen, Alhamdulillah nggak pernah sakit lagi.

Dokternya berpesan kalau gigi yang disebelahnya sudah berlobang parah dan gak bisa diselamatkan dengan cara ditambal, harus dicabut karena hanya tinggal bagian pinggirnya saja. Sedangkan bagian dalamnya sudah habis terkikis. Harus dicabut secepatnya. Kalau nggak segera dicabut nanti akan melebar ke gigi lainnya.

Tapi tindakan cabut gigi juga gak bisa sekarang karena untuk peserta BPJS hanya bisa dilakukan 1 kali ­­­ tindakan per kunjungan. Selain itu, kondisi gigi yang gak menungkinkan untuk dicabut saat itu juga karena gusi yang bengkak. Saya diresepkan obat penghilang bengkak saja. Lagian saya juga belum siap mental untuk dicabut saat itu juga. Nanti setelah obatnya habis dan saya siap mental, silakan datang kembali. Karena cabut gigi juga harus dalam keadaan yang fit, tensi harus normal. Pokoknya siap mental, begitu pesan dokternya.

Nah, buat kamu yang mau ke dokter gigi untuk tambal, gak usah takut karena gak sakit-sakit banget kok. Bagi kamu yang belum pernah sih memang deg deg an, tapi setelah selesai ditambal, kamu bakal bergumam, “Oh, ternyata rasanya biasa aja kok”. Cuma sedikit ngilu dan snut snut dikiiit, itu pun masih bisa ditolerir kok.

Saya paham kok, gimana perasaan kamu, deg deg an kan? Apalagi yang baru pertama mau ke dokter gigi, pasti ngerasa takut banget. Takut kalao tambal gigi itu bakal sakit banget. Kenyataannya? Nggak gitu juga keleussss!.

Beraniin diri aja, kalo kamu takut dan menunda menambal gigi, efeknya bisa lebih buruk lagi. Sisa makanan akan semakin banyak tertinggal di lobang gigi, lobangnya pun akan semakin membesar dan sisa makanan akan membusuk di gigi. Perawatannya pun akan lebih lama. Rasa sakitnya juga akan lebih terasa karena dokter harus mengorek-orek gigi lebih dalam lagi.  Jadi, sebaiknya segera ke dokter jika gigimu sudah mulai terlihat tanda-tanda bakal muncul lobang daripada dilanda kegalauan berkepanjangan karena memikirkan rasa sakit ketika dilakukan tindakan atau  ketika kamu dilanda rasa sakit gigi yang sungguh sangat menyiksa. Ya kan?  




Sunday, December 8, 2019

Doku Wallet : Cara Membuat Akun Doku Wallet dan Cara Top Up Saldo


Doku Wallet : Cara Membuat Akun Doku Wallet dan Cara Top Up Saldo


Cara Membuat Akun Doku Wallet dan Cara Top Up Saldo
Cara Membuat Akun Doku Wallet dan Cara Top Up Saldo

Rahma Weni ---  Halo, apa kabar semuanya? Sudah pernah dengar Doku? Kalau kemaren saya share tentang Aliexpress, situs belanja online internasioanl, sekarang saya mau share tentang Doku. Apa sih Doku Wallet itu?

Bagi kamu yang sering belanja Online sepertinya tidak asing lagi dengan Paypal kan? Nah, Doku ini hampir sama dengan paypal.  Doku Wallet ini fungsinya sebagai dompet elektronik yang bisa digunakan untuk belanja online ataupun offline di merchant yang sudah menjadi rekanan Doku. Doku Wallet bisa juga dipakai untuk beli pulsa, bayar tagihan atau beli paket data. Namun, untuk premium users selain untuk belanja, Doku Wallet juga bisa untuk mengirim uang ke sasama pengguna Doku atau transfer ke rekening bank. Lumayan lengkap, kan?

Untuk Menggunakan layanan DOKU Wallet, kamu tentunya harus memiliki DOKU ID yaitu ID unik sebagai representasi rekeningmu yang terdiri dari 10 digit angka.

Oke, langsung saja ke cara membuat akun di Doku:

Bagaimana Cara Membuat Akun Doku Wallet?

Download aplikasi Doku Wallet di Play Store

Klik Daftar Sekarang

Klik Masuk




Isikan Nama lengkap, jenis kelamin lalu klik Selanjutnya

Masukkan alamat email yang aktif dan isikan no hp  karena nanti pihak Doku akan mengirimkan email untuk mengaktifkan akun Doku. Lalu klik Selanjutnya






































Set tanggal lahir lalu klik Selanjutnya



Buat password yang terdiri dari 8 digit dan merupakan gabungan huruf dan angka dan ketik ulang, lalu klik Selanjutnya






































Setelah mengisi semua data, konfirmasi akun. Periksa lagi semua data apakah sudah benar. Jika sudah benar lalu centang kotak “Saya menyetujui Syarat dan Ketentuan dan Kebijakan Privasi”. Baru setelah itu klik BUAT AKUN SAYA.



Tampilan Dasboard lebih kurang seperti itu.






















Tampilan ini merupakan tampilan untuk akun biasa.  Untuk mengupgrade ke akun premium agar bisa transfer antar sesama pengguna Doku atau melakukan transfer ke rekening bank. Selain itu, kelebihan akun premium ini adalah bisa tarik tunai dan saldo maksimum bisa sampai 10 juta. Untuk mengupgrade ke akun premium, maka kita harus lengkapi profil terlebih dahulu. Klik menu lalu edit menu dan pilih lengkapi profil.


Pada bagian Lengkapi Profil, kita akan diminta untuk mengisi data diri, seperti nama, No. KTP, alamat dll. Kemudian upload Foto Kartu tanda pengenal misalkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan juga Foto diri yang sedang memegang KTP.
 

Nah, bagian ini nih yang sedikit wasting time karena sering gagal dan akhirnya diulang lagi proses yang sama. kadang hasil fotonya nggak presisi, kita mengarahkan kameranya secara vertikal tapi nanti hasilnya gambar tampil secara horizontal. jadi nggak sama dengan yang diminta aplikasi. So, harus ulang lagi foto KTP dan foto wajah sambil pegang ID. Hm, lumayan memakan waktu untuk proses verifikasinya. huhuhu..

Kadang verifikasi ditolak karena "Foto Kurang Jelas” atau ketika mau sumbit tapi selalu muncul keterangan “Lengkapi Semua Data”, padahal semua data sudah diisi.  Kita bis ahubungi CS Doku untuk meminta bantuan melalui email ke “care@doku.com” tapi, harap sediakan seember kesabaran dalam menunggu balasan email Doku ini. mereka responnya zuperr lama. Saya menghubungi Doku responnya berhari-hari.

Biaya pendaftarannya gratis, namun untuk setiap kali transaksi pengisian saldo DOKU akan dikenakan biaya administrasi sesuai dengan ketentuan tarif transfer antar bank.

Setelah selesai mendaftar ke Doku Wallet, kamu akan mendapatkan DOKU ID berupa 10 digit angka yang bisa kamu lihat pada halaman depan website resmi/aplikasi Doku Wallet.


Cara Membuat PIN Doku Wallet

Setiap melakukan transaksi finansial, kamu akan diminta untuk mengisi PIN yang telah kamu tentukan sebelumnya.Untuk membuat PIN, ketuk logo DOKU pada pojok kiri atas, kemudian masuk ke Edit Akun. lalu klik Buat PIN Baru yang terdiri dari 4 digit.






















Dalam beberapa saat kamu akan menerima SMS kode OTP berupa 6 digit angka yang harus kamu input ke aplikasi DOKU beserta password kamu untuk konfirmasi. Sampai tahap ini proses embuatan PIN selesai. Untuk bisa bertransaksi dengan menggunakan DOKU, tentunya harus ada saldonya dong. 

Cara Isi Saldo DOKU (Top Up)

Cara Top Up via Internet Banking BRI

Memilih menu “Transfer”
Memilih menu “Bank Lain”
Memilih kode Bank “Bank Permata”
Kemudian Masukkan nomor rekening “856666” + 10 digit DOKU Wallet ID kita. Contoh : 8566661234567890
Lalu masukkan jumlah transfer (nominal isi ulang)
Terakhir pilih “OK”
Setelah transaksi selesai, saldo DOKU Wallet akan otomatis terisi dalam waktu 5-10 menit. Transaksi ini juga akan dikenakan biaya sesuai dengan ketentuan tarif transfer antar bank.
Minimum transfer Rp 10.000,-

Top Up DOKU Wallet Lewat Gerai Alfamart dan Group Minimarket

 Mengunjungi gerai Alfamart, Alfamidi, AlfaExpress, DAN+DAN, atau Lawson terdekat.
Mengajukan permintaan Top Up DOKU Wallet Anda kepada kasir.
Menyebutkan 10 digit DOKU Wallet ID dan nilai top up. Pilihan nominal yang tersedia: Rp 20.000, Rp 50.000, Rp 100.000, Rp 200.000, Rp 300.000, Rp 400.000, Rp 500.000)
Lalu bayarlah sejumlah nilai top up 
Proses Top Up Sukses. Simpan bukti pembayaran dan segera cek saldo DOKU Wallet

Seperti itu langkah membuat akun Doku dan top up saldo di Doku. Semoga membantu. 
.































 .











5.  

Tuesday, November 19, 2019

Tutorial Cara Belanja Online di Aliexpress dan Metode Pembayaran Tanpa Kartu Kredit

Tutorial Cara Belanja Online di Aliexpress dan Metode Pembayaran Tanpa Kartu Kredit


Belanja Online di Aliexpress Tanpa Kartu Kredit
Belanja Online di Aliexpress Tanpa Kartu Kredit

Rahmaweni.com --- Haloha! Pernah dengar Aliexpress nggak? Kamu sudah sering mendengar Aliexpress, belum? Atau masih sounds strange? Hmm, bhaiqlah, saya akan share sekelumit tentang si Aliexpress ini. Kenapa sekelumit aja? Yap, karena saya juga baru kenalan sama dia kemaren-kemaren ini. Baru kenal langsung suka dan kalap belanja. Haha. To the point aja yak, panduan cara belanja online di sini, step by step
.
Eh bentar, saya siapin cemilan dulu. Sambil nulis, jangan lupa ngemil. Kebiasaan emak-emak nih, cita- cita pengen punya body langsing aduhai, perut rata bagai model, tapi hobinya ngemil, wkwk. *Duuh, apaan sih mak, curcol di mari, skip skip*

Aliexpress merupakan situs web ritel online yang sudah ada sejak tahun 2010. Online shop internasional ini berada di bawah naungan Alibaba group. Jadi, di sini kita bisa membeli berbagai (ribuan) jenis barang dari penjual grosir yang berlokasi di China.

Kenapa sih, pilih E-Commerce luar negri kaya Aliexpress? Kan di Indonesia sudah banyak bermunculan E -Commerce? Hmm, tak dapat dipungkiri bahwa harga merupakan faktor penentu utama dalam berbelanja. Maunya sih yang High quality, low budget. Prinsip belanja kan begitu, apalagi emak-emak. Ye kaan? Atau Cuma saya aja yang berprinsip begini? Disini harganya terbilang murah, apalagi jika membeli dalam jumlah banyak maka harganya pun akan lebih murah jatuhnya. Banyak vouchernya juga, lho. Untuk alasan mengapa belanja di Aliexpress serta poin plus dan minus belanja di sana, nanti akan saya tulis di postingan selanjutnya.

Menurut informasi yang saya dapatkan, Aliexpress mengirimkan barang ke lebih dari 200 negara dan wilayah di seluruh dunia termasuk negara-negara berpenduduk tinggi seperti India, Rusia, dan Indonesia.

Bagaimana Cara Belanja di Aliexpress?

1. Download aplikasi Aliexpress di Google Play Store
2. Sign up untuk membuat akun. Bisa menggunakan akun Google, Facebook atau VK.
Setelah  melakukan sign up dan mengisi data diri, proses selanjutnya adalah Pengaturan (Setting). 

























3. Isi alamat lengkap dan jelas agar nanti paket tidak nyasar kemana-mana, mata uang, serta bahasa yang digunakan agar nanti harga barang, ongkos kirim bisa langsung terkonversi ke Rupiah serta biaya pengiriman ke negara tujuan dari tempat asalnya.



Disini, saya menggunakan bahasa Indonesia untuk setting aplikasinya karena kalau di setting ke bahasa Inggris maka harga barang yang dicantumkan di etalasenya dibanderol dengan kurs dollar, tidak langsung dikonversi ke dalam rupiah. Jadi, kita harus mengkonversikan kurs dolar saat itu juga ke rupiah. Proses ini bikin ribet sih, kalau  menurut saya. Menyulitkan saya untuk membandingkan harga produk yang sama dari berbagai seller yang menjual barang tersebut. Yaah, walaupun setelah di setting ke Bahasa Indonesia keterangan dan dekripsi produk terasa aneh dan rancu saat dibaca jika dibandingkan dengan deskripsi produk dalam bahasa Inggris karena ditranslate sama google translate haha. But, overall it’s okay.

4. Setelah menu setting, selanjutnya tentu saja berburu barang incaranmu.Yeay, it’s time for shopping, guys! Yuhuu, surganya ini. Pilih barang yang ingin dibeli. Sebelum memasukkan ke keranjang, perhatikan dulu harga barang karena akan ada rentang harga yang sangat kompetitif antara seller. Selain itu, terkadang ada seller yang menulis harga rendah untuk sebuah produk yang ditampilkan, namun setelah di klik harganya berbeda. Tentu saja pilihan jatuh pada seller yang menawarkan harga terendah serta gratis ongkir, donk. Haha. Selain itu, jangan lupa mengisi pilihan warna, ukuran, jumlah barang, cek ongkos kirim serta rating tokonya.


5. Setelah barang masuk keranjang maka akan ada harga total tertera dalam Dolar dan perkiraan dalam Rupiah.  Lalu klik BAYAR SEKARANG Kita akan dibawa ke halaman order confirmation. Pastikan data kita sebagai penerima dan alamat yang tertulis di sana sudah benar.























Setelah memasukkan barang ke troli, bagimana cara pembayarannya?
Ada berbagai macam cara pembayaran di Aliexpress: melalui DOKU Wallet, transfer bank, minimarket, Kartu kredit/kartu debit atau pembayaran lainnya. Diantara metode pembayaran yang tersedia, yang pernah saya gunakan adalah melalui DOKU Walllet, dan minimarket.

Pembayaran Aliexpress Melalui DOKU Wallet

1.         Klik DOKU

2.         Pilih DOKU Wallet



3.         Isikan DOKU ID dan password DOKU




4.         Klik Process Payment


5.         Isikan DOKU PIN





6.         Klik Proses Pembayaran


7.   Setelah beberapa detik, akan ada notifikasi status pembayaran






















8. Setelah pembayaran sukses di DOKU, pembayaran diverifikasi dulu oleh pihak Aliexpress.















9. Jika sudah terverifikasi, maka pesanan akan diteruskan ke penjualnya untuk diproses.






















Pembayaran Melalui Minimarket

Minimarket yang menjadi rekanan DOKU adalah minimarket yang berada dibawah naungan Alfa (Alfamart, Alfamidi, Alfaexpress), Lawson serta DANDAN.

Setelah menemukan barang yang akan dibeli, klik BAYAR SEKARANG



2.         Klik DOKU





















3.         Pilih Minimart






















4.         Klik GET PAYMENT CODE


4.      Akan ada kode pembayaran yang diberikan lengkap dengan nominal yang harus dibayar. 




Segera bayar ke minimarket rekanan DOKU setelah mendapat kode pembayaran karena harga sewaktu-waktu bisa berubah, menyesuaikan dengan kurs saat itu.

Untuk pembayaran Aliexpress di minimarket, tidak ada tambahan biaya admin atau biaya penanganan seperti halnya belanja di marketplace lokal yang jika dibayar melalui minimarket, akan ada biaya penanganan sebesar Rp. 2.500 (Shopee, Tokopedia, dll). Di sini, kita hanya membayar total belanja saja. 

Jangan lupa untuk menyimpan struk bukti pembayaran yang diberikan kasir kalau sewaktu-waktu dibutuhkan.

Itulah tutorial cara belanja online di Aliexpress dengan pembayaran via DOKU Walet dan Minimarket. Semoga tulisan ini bermanfaat, khususnya bagi kamu yang ingin mencoba membeli produk di Aliexpress atau bisa juga untuk dijual lagi.