Friday, January 11, 2019

Siapa Sangka, Ternyata Traveling Sama Balita Itu Banyak Manfaatnya

Banyak yang berpikiran kalau traveling sama balita itu identik dengan repot dan rempong. Repot dengan segala tetek bengek balita dan barang bawaannya. Bahkan ada meme yang menggambarkan betapa repotmya piknik dengan mengajak balita. Bukannya piknik tapi hanya berpindah tempat mengasuh anak saja. Banyaknya barang bawaan, persiapan yang harus dilakukan jauh-jauh hari sebelum hari H, pilihan transportasi, akomodasi, makanan yang semuanya harus ramah anak menambah panjang daftar betapa repotnya traveling dengan membawa balita.

Tapi, siapa sangka ternyata di balik kerempongan traveling bersama balita itu tersimpan banyak manfaat yang akan didapatkan anak. Yuk, simak 5 manfaat traveling bersama balita.

1.      Melatih Anak menjadi Pribadi Pemberani dan Mandiri




Anak yang sering bertemu dengan situasi yang beragam pasti akan lebih siap menerima tantangan. Saat traveling anak akan melihat dan mengalami hal baru. Misalnya ketika harus mengantre saat naik kendaraan, atau mengantre saat masuk ke objek wisata. Semua itu akan melatih kesabaran dan kekuatan mereka. Tanpa kita sadari mereka akan banyak belajar dari situasi ini, bahkan bisa jadi terbentuk pola pikir yang lebih kritis dan cerdas. Dengan melihat dan mengalami hal baru, itu merupakan bekal untuk anak agar kelak ia tumbuh jadi pribadi yang mandiri dan pemberani.

2.       Tarif  yang Lebih Ekonomis untuk Balita


Sudah pada tahu kan ya, kalau harga tiket anak dan dewasa berbeda? Ada diskon khusus bagi balita apalagi bayi. Tarif masuk untuk anak-anak ke objek wisata berbeda dengan tarif dewasa, ongkos pesawat bisa diskon juga, lho. Bahkan ada salah satu maskapai Indonesia yang memberikan potongan 20% untuk anak-anak sampai umur 11 tahun. Lumayan banget kan kalau traveling bawa balita, bisa memangkas budget traveling kan?

3.      Perlakuan yang Khusus untuk Ibu dan Balita

Pernah kan melihat ibu hamil atau ibu yang bawa balita mendapat perlakuan istimewa di tempat umum? Seperti bebas antrean di tempat wisata, bebas dari metal detector, mendapatkan priority boarding, dan dapat pelayanan prima dari pramugari. Bahkan di beberapa event tertentu, bagi ibu yang membawa bayi disediakan ruang khusus untuk beristirahat dengan nyaman.

4.      Merekatkan Hubungan Suami-Istri dan Anak

Traveling bersama balita, menuntut kerjasama yang kompak antar orang tua. Kerjasama dan kekompokan ini akan membangun komunikasi produktif dan kerjasama yang solid. Hal ini akan berdampak pada hubungan suami dan istri yang akan semakin kompak dan romantis. Selain merekatkan hubungan suami dan istri, traveling dengan mengajak balita akan merekatkan hubungan anak dan orang tua, lho.

Kelak ketika anak sudah tumbuh besar, mereka pasti akan ingat kalau dulu kita pernah mengajaknya ke tempat tertentu, membawa mereka melihat hal yang indah. Semua kenangan kanak-kanak akan terekam di memori mereka.

5.      Melatih Anak untuk Peka terhadap Lingkungan 


Traveling ke alam terbuka seperti gunung, sawah, laut dan pantai akan menimbulkan  kecintaan anak kepada lingkungan. Banyak pelajaran berharga yang bisa kita kenalkan kepada anak seperti menjaga kebersihan lingkungan, melestarikan alam dan lingkungan dengan  tidak membuang sampah sembarangan misalnya. Tak hanya tentang  kelestarian lingkungan, kita juga bisa mengenalkan berbagai perbedaan budaya dan tradisi suatu tempat. Mengenalkan keanekaragaman budaya yang dimiliki serta mengajarkan anak untuk menghargai perbedaan.

Traveling dengan mengajak anak memang sedikit lebih repot daripada menjadi solo traveler atau traveling dengan pasangan, semua persiapan harus matang sebelum hari keberangkatan. Tapi, dibalik kerepotan itu ada banyak manfaat yang akan didapat dengan mengajak serta balita traveling. Yakin deh, sekali mencoba traveling dengan balita, kamu bakalan ketagihan.

So, masih berpikiran traveling dengan balita itu merepotkan?

Postingan ini diikutsertakan dalam ODOP Estrilook COmmunity
#day9




EmoticonEmoticon