Thursday, January 31, 2019

Tips Agar Si Kecil Tidak takut dan Tidak Trauma ke Dokter Gigi, Pengalaman Pertama Mengajak Balita ke Dokter

Sudah baca pengalaman pertama mengajak balita ke dokter gigi? kalau belum, bisa baca di sini.  

Mengajak Balita ke dokter itu susah susah gampang, yes. Selalu ada rasa was-was dan takut. 


Jika ibu-ibu ingin atau berencana juga memeriksakan putra/putrinya ke dokter gigi, mungkin beberapa tips ini bisa membantu agar anak bersikap kooperatif ketika masuk ke ruang periksa

1. Sounding tentang Rencana ke Dokter Gigi


Jelaskan pada anak tentang pentingnya merawat gigi. Salah satu caranya adalah dengan memeriksakan gigi secara teratur. Ceritakan padanya tentang dokter gigi, hal apa saja yang akan dilakukan ketika memasuki ruang periksa, bagaimana suasana di sana, harus bagaimana ketika dokter sedang memeriksa gigi. Katakan pada anak, kalau kita akan mengajaknya ke dokter gigi.


Gambarkan dengan kata-kata sederhana agar midah dipahami anak. Ceritakan hal yang berkonotasi positif dan jangan menakut-nakuti anak dengan meggunakan kata-kata yang menyeramkan (seperti kalau nakal nanti disuntik dokter)

2. Bacakan Buku Cerita tentang Anak yang Berani Diperiksa Giginya oleh Dokter



Membacakan buku bagi saya sejauh ini cukup sukses untuk menanamkan nilai-nilai pada anak. Mengajarkan kemandirian, keberanian, adab, lebih cepat nyerap kalau saya menyampaikannya melalui buku. Buku anak versi bahasa Indonesia rekomendasi saya untuk mengenalkan anak pada dokter adalah Halo Balita seri Aku Berani Ke dokter.



3. Pilih Dokter Gigi /Klinik yang Ramah Anak



Sebaiknya pilih dokter yang ramah anak (kids friendly) agar anak enjoy, dan nggak trauma untuk ke dokter gigi.


4. Bermain Role Play dengan Anak.



Sebelum ke dokter gigi sering-sering aja bermain peran dengan anak. berpura-puralah berperan sebagai pasien dan anak sebagai dokter gigi atau sebaliknya. Anak-anak pasti suka deh, bermain peran.


5. Jangan Memaksa Anak




Kalau anak memang benar-benar takut dan nangis, jangan paksa anak untuk duduk di kursi periksa. Jangan sampai kita memarahi anak karena anak nggak mau diperiksa. Anak akan mengalami trauma jika kita memaksanya atau memarahinya. Lebih baik kita menunggu anak siap secara mental sambil tetap sounding ke anak.

Woles aja mak, jika reaksi anak pada kunjungan pertama ke dokter nggak sesuai dengan yang diharapkan.  Tetap berikan apresiasi positif dan jangka waktu untuk kunjungan berikutnya. Jadikan kegiatan ini menjadi hal yang rutin dilakukan agar anak terbiasa dengan kegiatan di dokter gigi.


6. Kondisikan Anak dalam Mood yang Bagus





Usahakan anak berada dalam situasi mood yang bagus agar anak merasa nyaman saat dilakukan tindakan dan bersikap kooperatif. Jangan ke dokter gigi ketika anak mengantuk atau lapar.

Saran saya sih, kalau bisa mengajak anak sedini mungkin  ke dokter gigi, mending diajak aja deh. Bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati kan a?. Tambal sebelum terlambat, karena kalo rewel sakit gigi 'kan emaknya juga nanti yang repot. Haha *tipe emak yang gak mau repot*. Apalagi kesehatan gigi susu bisa mempengaruhi pertumbuhan gigi tetapnya nanti.



Oke, sekian saja cerita dan tips dari saya tentang mengajak anak ke dokter gigi untuk pertama kali. Kalau kamu punya tips lain, boleh banget ditambahkan. Semoga bermanfaat ya!


Salam,

15 komentar

Hihihi bnr ba,,sy wkt ngajak anak k drg. Itu wkt mu cbt gigi, krn giginya ssh tumbuh tp yg lama blm copot, asli itu mah,jenger alias kejer๐Ÿ˜‚..ampe rayuan dokter gak ngaruh..alhamdulillah tp skrg mau k drg. Krn sakit gigi.klo mau smbuh mau jd nya๐Ÿ˜€

Mantap tipsnya Bun... terima kasih ya

Kadang rasa ketakutan anak justru timbul karena sering ditakut-takuti orang terdekatnya sendiri.

wah iya ini benar banget sih ya, terkadang anak udah sering ditakut takutin dulu sih sama dokter heu. Jadi, trauma deh. padahal mah ke dokter enggak knp2 juga, malah bikin sembuh yang tadinya sakit. Makasih tipsnya bun ~

emang bagusnya anak diajak memahami pentingnya perawatan gigi dan gak slalu pergi ke dokter gigi itu untuk dicabut giginya..

Bagusnya ngajak si kecil ke dokter gigi dari usia dini ya, mba. Agar terbiasa. Dan harus perhatikan juga mental anak.

Si Kakak udah sering banget nemenin mamanya ke dokter, jadi dia malah udah kenal semua dokter jg udah terbiasa lihat alat2 dokter juga, tp belum pernah dianya sendiri yg diperiksa giginya ama dokter :D
Ntah nanti berani apa gak. Hehehh.
Makasih sharingnya ya Mbak :)

So far anak saya belum ada rasa takut sih ke dokter gigi. Kadang ada rasa enggan awalnya, tapi akhirnya mau juga biasanya, meski sambil pringas pringis hehheee

Tipsnya cukup membantu mbak.
Memang butuh muter2 dulu ya kalo udah urusan sama si bocil.
Apalagi mau periksa gigi. ��

Bener banget mb,, ank keburu takut duluan sebelum diperiksa. Gara² sering ditakuti..
Btw nice share ��

Manteb nih tipsnya, jadi inget dulu jaman masih bocah sering ke dokter gigi buat cabut gigi hihihi

anak-anak malah seneng kalo ke dokter, karena dokter anak deket sama yang jual burger, wkwkwkwk

Keren bgt semua tipsnya mbak. Membacakan buku dan main dokter-dokter gigi juga baru kepikiran sama saya.

Kayaknya membiasakan cek rutin per tahun (atau 2x) juga mantap nih. Keluarga saya gak ada cek2 rutin begitu, jadi setelah saya merasa "insaf" dan peduli kesehatan gigi kemarin (beberapawaktu lalu abis dari drg), saya jadi kepikiran kalau bekeluarga nanti bakal menyiapkan "event tahunan" berkunjung ke drg. Hmmmmmm. Kudu ada budget khusus kayaknya. Kecuali kalo klg saya ada yg ujungnya jadi drg hmmm.

Keren mba.. Makasiy sharenya yaa��

Kalau anak saya malah senang mbak di ajak ke dokter gigi, hehehe dia penasaran sama alat alat nya , di perhatikan terus ๐Ÿ˜€


EmoticonEmoticon