Sunday, February 17, 2019

Review Buku Anak Halo Balita

Review Buku Halo Balita
Review Buku Halo Balita

Uni Weni---- Sebenarnya beli buku Halo Balita ini udah lama, waktu Zi umur 3 tahunan. Tapi baru di review sekarang. *kemane aje mak, wkwk* Saya cukup sering beli buku buat anak, bahkan anggaran belanja sempat terpaksa dipangkas gegara beli buku import di event BBW. 


Harganya sih nggak terlalu mahal untuk buku kualitas hard cover ditambah dengan fee 5 sampai 10 ribu untuk uang jasa titipnya, tapi beratnya di ongkos. Bayangkan saja buku hard cover dan halaman dalamnya juga kertas karton tebal, berat beudd di ongkir.

Kenal buku Halo Balita udah sejak lama, sering berseliweran di feed Facebook dan Instagram, baca deskripsi sellernya, sempat baca testimoni juga. Tapi, saya sempat dilanda kegalauan sebelum memutuskan untuk membelinya karena harganya yang “Yahuuud” (Baca: jutaan). Apaaa? Buku anak aja harganya jutaan? Ajegileee

Harga normal buku Halo Balita ini dibanderol  sekitar Rp. 2.875.000. Nah waktu itu kebetulan lagi ada promo, harganya turun jadi Rp. 2.000.000  dan sudah plus ongkos kirim dengan syarat pembelian cash. Harga promonya membuat saya semangat untuk membelinya mumpung anak masih kecil. Saat itu saya langsung membelinya lewat Book Advisor secara cash *mendadak berasa jadi Bu Dendy* dengan menguras habis tabungan anak. Wkwk


Setelah beberapa hari paket bukunya sampai dengan selamat. Saya kaget sekali karena ternyata kardusnya besar dan berat banget. Ternyata total beratnya adalah 17 kg. Saya dan Zi membongkar semua bukunya dengan total 27 jilid.

Aih, jadi kepanjangan ceritanya, yuk langsung saja ya review buku Halo Balita

1. Ukuran Buku yang Handy dan Pinggirnya yang Round


Halo Balita meiliki ukuran yang handy, tidak terlalu lebar atau kecil di tangan. Enak dipakai buat baca buku sebelum tidur. Selain itu bagian tepi buku Halo Balita dirancang bulat, tidak meruncing seperti buku yang sering kita temui. Dengan pinngirnya yang bulat ini tidak akan melukai anak. Safe lah buat balita yang masih suka eksplor atau masih dalam fase oral.

2. Ilustrasi yang Colorful dan Menarik


Ilustrasi buku yang colorful dijamin membuat anak betah berlama-lama berinteraksi dengan buku sekaligus menambah pemahaman mereka terhadap isi cerita. Karakter-karakter di dalam buku ini digambarkan secara jelas, mulai dari Sali, Saliha, Kumi, Ayah, Ibu, dll. Selain jelas, warnanya juga menarik.


3.   Kualitas Kertas yang Tebal


Yap, dengan lembaran yang tebal ini buku jadi nggak gampang rusak atau robek. Semua jilid Halo Balita di design memnggunakan board book yang sangat aman dipegang balita. Tahu kan kalau Balita pertama kali kenalan dengan buku? Bukunya pasti akan mengalami tindak kekerasan ala balita, diduduki, digotong kesana sini, Kalau bukunya Boardbook aman kan? Apalagi Halo Balita kuat, kokoh, tak tertandingi. *minjam tagline semen tigaroda*

Selain tebal, bukunya pun waterproof sehingga kalau terkena tumpahan air, susu, es krim, yogurt atau kena crayon pun tak perlu khawatir, cukup di lap dengan tissue basah cling jadi bersih lagi. sangat mudah dibersihkan ‘kan? 

Anak-anak suka sekali mencoret-coret buku kan? Pakai crayon ataupun pensil. Nah, kalau Halo Balita yang dicoret, Bundanya nggak khawatir karena mudah dibersihkan. Terbukti udah setahun lebih buku ini tetep awet walaupun sering dibuka-tutup, didudukin, ditumpuk-tumpuk seperti menara terus tetiba bukunya jatuh, bahkan sampai diinjak.

4.   Alur Cerita yang Sederhana dan Singkat



Selain itu alur cerita dan gaya bahasa yang dipakai dalam buku ini sangat sederhana dan mudah dipahami oleh anak. *Ya iya lah namanya juga Halo Balita bukan Halo Emak yang ceritanya njelimet*. 

Cerita yang disampaikan lewat buku ini pun terasa dekat dengan keseharian Balita. Narasinya juga pendek-pendek, paling satu halaman hanya ada 2 kalimat. Cocok dibacakan untuk balita, kalau narasi kepanjangan balita yang rentang fokusnya pendek  bakal nggak ngerti atau malah bosan.


5.  Halaman Flip Flop/ Pop up di Setiap Jilidnya


Nah, halaman ini merupakan salah satu bagian yang menjadi favorit Zi. Di halaman terakhir disetiap jilidnya ada bagian khusus seperti halaman Pop up, walaupun bentuknya sederhana, nggak serumit buku anak yang memang khusus pop up. Halaman ini bisa menstimulus rasa ingin tahu anak. Halaman flip flop ini bisa dipakai untuk bermain sekaligus melatih motorik balita untuk membuka dan menutup gambarnya.


6.  Isi Buku yang Lengkap Meliputi Aspek Self Help,  Spiritual dan Value.


Yap, Sepaket buku Halo Balita ini terdiri dari 25 jilid yang meliputi 9 Jilid seri SELF HELP

Aku Bisa Makan Sendiri
Aku Bisa Mandi Sendiri
Aku Bisa Pakai Baju Sendiri
Aku Berani Tidur Sendiri
Aku Bisa Merapikan Mainan Sendiri
Aku Suka Buku
Aku Selalu Hati-hati
Aku Berani ke Dokter
Aku Senang Keliling Kota

5 Jilid seri SPIRITUAL

Aku Sayang Allah
Aku Sayang Rasulullah
Aku Bisa Shalat
Aku Belajar Puasa
Aku Cantik Pake Jilbab

11 Jilid seri VALUE

Aku Suka Menabung
Aku Anak Jujur
Aku Anak Pemberani
Aku Belajar Membuang Sampah
Aku Sayang Teman
Aku Sayang Bibi
Aku Anak Santun
Aku Sayang Keluarga
Aku Anak Sabar
Aku Suka Berterimakasih
Aku Sayang Kumi

Ditambah dengan 1 jilid panduan orang tua, 1 jilid Big Book Hello Kids, satu kartu untuk augmented reality  dan 3 buah Boneka tangan karakter Sali, Saliha dan Kumi. Jadi sambil baca buku kita bisa memainkan boneka tangannya untuk membuat karakter semakin hidup. Selain itu ada box buku yang bia dijadikan panggung boneka juga, lho. Seru kan?

Setelah satu tahunan bersama Halo Balita Alhamdulillah sudah  terdapat beberapa perilaku positif anak yang terbentuk sedikit demi sedikit karena bantuan buku ini. Zi sudah terbiasa membuang sampah di tong sampah, bahkan kalau nggak ada tempat sampah di sekitarnya, dia rela jalan jauh-jauh buat mencari tempat sampah. haha, makan sendiri, (berusaha) memakai baju sendiri dan berani ke dokter. Ketika pertama kali ke dokter gigi untuk periksa gigi, anaknya nggak terlalu takut. Bisa baca postingannya di sini. 

Tapi kadang Zi ogah-ogahan merapikan mainan sendiri. Setelah mainan diberantakin, dia susah jika diminta untuk merapikan mainan. Fyiuhh, PR banget ini buat saya, membacakan Halo Balita jilid  ‘Aku Bisa Merapikan Mainan Sendiri’


Kalau ditanya kekurangan, apa ya? Hmm, saya kurang puas aja dengan bonus  big book versi bahasa Inggris karena kurang ilustrasi. 1 jilid diwakili dengan 1 gambar, semua tulisannya dimasukkan dalam 1 halaman. Dan semua judul dirangkum dalam 1 buku.

Ok deh, segitu aja review buku Halo Balita amatirannya, sharing buku Halo Balita. Overall, buku ini recommended, worth it lah.  Kekurangannya menurut saya bisa dibilang nggak ada ya, selain harganya yang yahud hehe . Tapi enggak usah khawatir. Kalau harga cashnya menggoyang anggaran buat beli bawang dan cabe, ada arisannya kok.

Sekian sharing buku Halo Balita, semoga bisa diambil manfaatnya ya.

Cheers,



SETIP Day 6


EmoticonEmoticon