Saturday, March 16, 2019

8 Alasan Balita Berbohong

Rahma Weni --- Sedih ya Bun, ketika mendapati si kecil berbohong. Biasanya anak sudah bisa berbohong sejak umur 4 tahun. Hmm, kenapa sih anak usia balita suka berbohong? 


 8 Alasan Balita Berbohong
 8 Alasan Balita Berbohong

Apakah karena anak belum mempunyai konsep moral yang baik, atau karena berbohong adalah satu-satunya pilihan untuk memperoleh apa yang diinginkan anak? Saat memasuki usia sekolah, biasanya berbohong dilakukan anak untuk mendapat apa yang mereka inginkan. Terkadang berbohong dilakukan anak untuk menghindari hal yang tidak menyenangkan, seperti menutupi rasa takut atau menghindari hukuman. 



Ada 9 alasan mengapa anak suka berbohong, 


1. Takut Dihukum


Biasanya anak berbohong karena ketakutannya ketika dia mengutarakan hal yang sebenarnya, mereka justru mendapat hukuman. Tahukah Bunda, kalau hukuman justru membuat anak tidak mau mengatakan kebenaran. Ada juga anak yang awalnya berkata jujur lalu berlatih berbohong karena sikap orangtua yang menghukumnya ketika ia berkata  jujur. Karena itulah seringkali anak berbohong karena ia takut kalau berkata jujur akan dimarahi atau mendapatkan hukuman dari orang tua.

2. Ingin Mendapatkan Pujian


Anak biasanya berbohong karena ingin mendapat pujian dari teman sebayanya. Biasanya anak akan mengarang cerita fiktif. Misalnya, anak mengatakan kepada teman-temannya bahwa dia punya mainan baru, anak akan diajak oleh orang tuanya jalan-jalan dan berbagai cerita fiktif lainnya. Semua cerita fiktif atau kebohongan yang dilakukan anak dilakukan karena dia ingin mendapat pujian dari temannya.

Baca Juga:

Anak Kecanduan Gadget? Apa yang Harus Kita Lakukan?

Tips Agar Si Kecil Tidak takut dan Tidak Trauma ke Dokter Gigi, Pengalaman Pertama Mengajak Balita ke Dokter

3. Tuntutan Orangtua yang terlalu tinggi


Seringkali orang tua menuntut anak dengan harapan yang terlalu tinggi, sedangkan anak merasa tidak mampu untuk memenuhi tuntutan tersebut. Akibatnya anak pun berbohong untuk membahagiakan dan mendapatkan penerimaan dari orangtua.



4. Meniru orangtua atau tayangan televisi


Anak akan meniru perilaku orang lain disekitarnya. Jika orang tua melakukan kebohongan di depan anak, maka  secara tidak sadar orangtua telah memberikan contoh yang buruk kepada anaknya. Ketika anak melihat orangtuanya berbohong atau mengetahui orang-orang yang berbohong dari televisi, anak akan menganggap dan berpikiran bahwa berbohong itu merupakan hal yang boleh dilakukan.

5. Menutupi kekurangan pada dirinya


Anak yang merasa memiliki kekurangan umumnya akan berusaha menutupi kekurangannya dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan berbicara bohong yang melebih-lebihkan dirinya, yang berkebalikan dengan kekurangan yang dimilikinya.

6. Daya Imajinasi yang Tinggi


Kadang daya imajinasi anak yang sangat tinggi membuat ia tidak mampu membedakan antara khayalan dan kenyataan. Ia pun kemudian mengatakan hal-hal yang merupakan  khayalan. Misalnya, anak mengatakan bahwa dirinya bisa melihat hantu ketika ia keluar pada malam hari.

Artikel lainnya:

Punya Anak Generasi Alpha, ini 6 Hal yang Harus Diperhatikan Orang Tua dalam Mendidiknya

7. Untuk mendapatkan keinginannya


Anak akan berbohong jika mengetahui bahwa dia tidak akan dapat memperoleh apa yang diinginkannya jika bersikap jujur. Oleh karena itu, ia akan berbohong demi mendapatkan apa yang diinginkannya.

8. Melindungi Teman


Keberadaan teman begitu penting buat anak. Umumnya anak-anak akan berusaha untuk menyenangkan, atau melindungi temannya. Salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan berbohong.

Dengan mengetahui alasan-alasan tersebut, maka hendaknya orangtua dapat menciptakan komunikasi yang lebih kondusif dengan anak, agar mendorong ia belajar jujur. Ketika anak berkata jujur, maka permasalahan dapat diselesaikan dengan lebih mudah dan tepat sasaran. Dengan begitu kita dapat membentuk konsep moral anak menjadi lebih baik, dan berkembang menjadi pribadi yang positif di masa depannnya.

Semoga bermanfaat.


SETIP

DAY 15


EmoticonEmoticon