Monday, March 4, 2019

Maariya, Sang Penghafal Al Qur’an Termuda di Inggris




Rahma Weni --- Inggris bukanlah negara yang mayoritas penduduknya muslim, namun hal ini tak menyurutkan semangat gadis asal Luton, Inggris, ini untuk mewujudkan keinginannya menjadi hafiz. Diumurnya yang menginjak 7 tahun ia sudah hafal 30 juz Alquran. Penasaran bagaimana perjuangannya?

Yuk, kita kupas fakta-fakta tentang Maariya.

1.      Mulai Menghafal Al Qur’an


Maariya memulai langkahnya untuk menghafal Alquran sejak usia 5 tahun. Awalnya, ia menghafal Surah Yasin dalam sebuah acara  amal untuk mengumpulkan donasi yang nantinya akan diserahkan ke Alepo,  Suriah.  Tak lama setelah itu, ia meneruskan hafalannya hingga 1 juz terakhir dalam Al Qur’an.  

Baca juga:

Amalan yang Dianjurkan Nabi dalam Menyambut Kelahiran Buah Hati



2.    Sang Ibu Menyadari kalau Maariya Memiliki Keinginan yang Kuat


Ibunya melihat Maariya memiliki kemauan yang kuat untuk menjadi hafidzah (penghafal Al-Quran). Namun cita-cita mulia Maariya melahirkan kekecewaan karena di Inggris tidak ada sekolah tahfiz. Akhirnya sang ibu memutuskan untuk terjun langsung mengajarkan dan membimbing Maariya menghafal Al Qur’an.

3.     Jalan yang ditempuh Tidaklah Mudah

Mengajarkan Maariya menghafal Al Qur’an itu tidaklah mudah. Ibunya kewalahan, dan emosional.  Ibu Maariya mengatakan bahwa mengajarkan Maariya menghapal Quran, bukanlah hal yang mudah. “Saya kewalahan, sangat emosional, dan berharap agar Allah memberi saya kesabaran—kesabaran tak terbatas—bagi dirinya dan putrinya,” ungkap Ibu Maariya, sebagaimana yang dilansir Ilmfeed.

Mereka berdua harus mengikuti jadwal yang ketat, dalam satu hari Maariya menghafal selama 5 jam. Maariya mulai menghafal pada pagi hari sebelum berangkat sekolah, sepulang sekolah, dan setelah makan malam.

4.   Hadiah Sebagai Pembakar Semangat

Untuk memotivasi Maariya, ibunya akan memberi hadiah apapun yang Maariya inginkan, setiap kali ia selesai dan menuntaskan hafalan Al Qur’annya. Namun, Maariya hanya meminta hadiah sederhana, seperti mainan yang ia suka, buku mewarnai atau makan di sebuah restoran.
Perjuangan mereka terbayar, tepat pada usia Maariya tujuh tahun, ia sudah tuntas menyelesaikan hafalan Qur’annya. Hanya butuh waktu 2 tahun untuk Maariya menjadi Hafizhah.  Acara syukuran pun diadakan untuk merayakan prestasinya.
Prestasi yang diperoleh Maariya telah membuat ibunya bangga dan ibunya berdoa semoga Maariya senantiasa hidup dengan apa yang sudah dipelajarinya.
Atas prestasi yang luar biasanya ini, Maariya dinobatkan sebagai hafidz termuda pertama di Inggris.





EmoticonEmoticon