Tuesday, March 19, 2019

Sering Membentak Anak? Waspada Dampak Buruknya Terhadap Anak

Rahma Weni --- Sebagai seorang ibu, ada saatnya kita merasa lelah dengan kegiatan sehari-hari dalam mengurus rumah, mengurus anak dan suami serta berbagai permasalahan lainnya. 


Terkadang saat kita merasa lelah dengan rutinitas dan anak sedang rewel, tanpa disengaja kita kehilangan “kewarasan” dan terlanjur mengeluarkan bentakan kepada buah hati, akhirnya anak kecil yang belum sempurna pemikirannya kena teriakan dan bentakan.




Kalau kamu pernah membentak anak, lebih baik hentikan kebiasaan tersebut karena secara nggak langsung, membentak anak akan berdampak buruk kepada anak. Apa dampak buruk sering membentak anak?


1. Merusak Rasa Percaya Diri Anak


Jangan beranggapan bahwa membentak anak jika hanya dilakukan sekali-dua kali tidak akan berdampak apa-apa padanya. Anak-anak juga memiliki respon yang berbeda-beda terhadap perlakuan dari orang di sekitarnya.

Ada anak yang sensitif dan begitu dibentak sekali, langsung merasa kecewa. Ia akan kehilangan kepercayaan diri. Ia akan takut melakukan sesuatu karena nantinya jika melakukan kesalahan lagi, maka ia akan dibentak lagi. 

2. Anak Akan Menjadi Pribadi yang Tertutup


Anak yang sering dibentak akan tumbuh menjadi pribadi yang tertutup, bahkan tak perlu harus menunggu ketika ia dewasa, bisa jadi sejak kecil anak mulai menutup diri 
Ia tidak lagi menceritakan pengalamannya atau kegiatannya pada orang tua, ia akan berubah menjadi pribadi yang lebih banyak diam dan mudah tertekan.

3. Merasa Cemas dan Minder


Anak yang sering dibentak atau dimarahi akan mudah merasa cemas dan minder. Ia takut berbuat salah, sehingga tak jarang anak memilih untuk melakukan sesuatu dengan sembunyi-sembunyi dari pengawasan orang tua. Nantinya, anak akan mulai belajar berbohong sejak kecil karena takut orang tuanya akan marah melihat tingkah dan perbuataannya,
.
Jika sejak kecil anak sudah terbiasa berbohong, maka tak diragukan lagi akan banyak hal buruk di masa depan yang berpotensi ia lakukan.

4. Bersikap Agresif dan Rewel


Jika anak sedari kecil sering dibentak, maka respon pertama yang ia tunjukkan adalah menjadi mudah rewel dan agresif. Ia akan mengekspresikan perasaan tidak nyamannya dalam bentuk tangisan atau tingkah agresif seperti melempar benda atau perbuatan merusak lainnya.

Jika kelak ia beranjak dewasa, tentu  ia akan membalas bentakan orang tuanya dengan ungkapan tidak suka.

5. Trauma Jangka Panjang


Ingatan anak tentang kejadian-kejadian masa kecilnya akan melekat kuat hingga ia dewasa, Meskipun perkembangan otaknya belum sempurna, namun ia akan mampu merekam kejadian masa kecilnya terlebih kejadian yang membuatnya sedih atau tertekan. 

Anak yang biasa dibentak dan dijejali dengan teriakan kata-kata kasar akan berpotensi mengalami trauma jangka panjang.


6. Sulit Memusatkan Perhatian


Kurang konsentrasi pada anak diakibatkan oleh kekerasan emosional yang ia terima. Kesulitan ini biasanya akan menjadi masalah di sekolah nantinya. Anak akan sulit memusatkan perhatian dan akan menggangu prestasi belajarnya. 

Untuk itu kurangilah atau sebisa mungkin hindarilah membentak anak, karena efek yang ditimbulkan oleh bentakan dan teriakan kata kasar orang tua  akan berakibat buruk bagi masa depan dan kepribadian sang anak.

SETIP
day17


EmoticonEmoticon