Sunday, March 24, 2019

Teladan Khadijah Binti Khuwailid, Inspirasi untuk Wanita Modern

Teladan Khadijah Binti Khuwailid, Inspirasi untuk Wanita Modern


Rahma Weni --- Sebagai umat islam tentunya kita sudah tidak asing lagi dengan nama Khadijah. Khadijah merupakan istri yang paling dicintai nabi, bahkan sampai Khadijah meninggal pun, namanya masih sering dibicarakan nabi karena rasa cinta yang teramat dalam pada Khadijah.

Sebagai wanita, kita pun bisa meneladani sosok seorang Khadijah. Inilah beberapa di antaranya:


1. Khadijah memilih suami yang sholeh


Kemuliaan akhlak nasab, statusnya sebagai saudagar kaya menempatkan Khadijah sebagai wanita terpandang dan terhormat. Tak terhitung laki-laki yang datang melamar, tetapi mereka pulang dengan tangan kosong. Beberapa pelamar itu adalah laki-laki yang berasal dari keluarga kaya dan bersedia membayar berapapun mas kawin yang diinginkan Khadijah, tetapi wanita mulia tersebut menolak lamaran yang datang padanya secara halus. Harta bukanlah satu-satunya penilaian dalam memilih pasangan hidup. Ia memilih nabi Muhammad sebagai suaminya karena sifat dan keteladanan nabi Muhammad. 

2. Khadijah Mandiri Sebagai Saudagar


Khadijah adalah seorang pengusaha atau saudagar sukses dan kaya raya. Tidak banyak wanita yang mandiri di masa itu, apalagi menjadi seorang saudagar yang sukses seoerti Khadijah. Ia bisa mandiri dengan usahanya sebagai saudagar. Dengan menjadi saudagar atau wirausaha, maka terbukalah kesempatan dan rezeki yang lebih besar untuk orang lain.

Baca Juga:

Amalan yang Dianjurkan Nabi dalam Menyambut Kelahiran Buah Hati


3 Hal Yang Menyebabkan Wanita Masuk Neraka dan 1 Amalan Penyelamatnya


Sedekah akan Sia-Sia Jika Melakukan Perbuatan Ini, Hati-Hatilah, Wahai Saudaraku

Melamar Terlebih Dahulu


Jika kamu sering membaca kisah cinta Khadijah dan Nabi Muhammad SAW, kamu pasti tahu bahwa Khadijah yang terlebih dahulu menyatakan keinginannya untuk menikah dengan Rasulullah. Khadijah menyampaikan keinginannya untuk menikah denganRasulullah melalui sahabatnya. 
Sebagai wanita, Khadijah tidak malu atau takut mengutarakan keinginan hatinya menikah dengan seorang pria baik, soleh dan berakhlak mulia. Menikah adalah tujuan yang mulia, jadi tidak perlu malu untuk sebuah tujuan mulia yang suci. 

Istri Yang Taat Pada Suami


Jika dibandingkan dengan pria lainnya yang datang melamar Khadijah, kekayaan Rasulullah saat menikahi dengan Khadijah tidaklah besar. Tetapi Khadijah memilih pria yang berakhlak mulia. Tugas seorang istri adalah mendampingi suami. Khadijah juga taat pada suaminya dan tidak membawa nama besar keluarganya atau kekayaan yang dimiliki yang bisa mengurangi rasa hormatnya pada Rasulullah. 

Itulah beberapa teladan Khadijah yang bisa menjadi inspirasi wanita modern. 

SETIP 
day 19





EmoticonEmoticon