Saturday, May 4, 2019

Merasa Emosi Meledak-Ledak Ketika Mendidik Anak? Ingat 6 Hal ini


Merasa Emosi Meledak-Ledak Ketika Mendidik Anak? Ingat 6 Hal ini



Rahma Weni --- Menjadi orang tua  harus punya stok sabar seluas samudera untuk membersamai anak dengan segala tingkah polanya. Apalagi jika menghadapi lebih dari satu anak sekaligus, kebayang kan betapa hebohnya kalau lagi tantrum? Tak ayal kalau peran menjadi ibu merupakan peran yang rentan stress. 

Kesabaran menjadi modal utama yang harus dimiliki. Namun, bagaimana kalau bunda sering merasa emosi meledak-ledak ketika membersamai anak? Apalagi, setelah melihat semua kegiatan eksplorasi anak yang sering di cap sebagai kenakalan yang dilakukan anak? Kalau saat ini bunda dalam kondisi seperti itu, ada 6 hal yang perlu bunda pikirkan kembali, lho.

Apa saja 6 hal itu? Yuk, kita baca tuntas
Baca juga:

Sering Membentak Anak? Waspada Dampak Buruknya Terhadap Anak


Anak Kecanduan Gadget? Apa yang Harus Kita Lakukan?


1. Tarik nafas yang dalam sebelum berbicara Panjang Lebar


Alih-alih marah dan membentak anak, coba tenangkan diri sejenak. Ambil nafas yang dalam sebelum merespon tingkah anak. Cara ini bisa mengatasi kemarahan atau emosi secara efektif. Sebelum Bunda marah atau ngomel panjang lebar, lebih baik atasi dengan cara ini. Apalagi, memperlihatkan kemarahan kepada si kecil, akan berdampak buruk pada perkembangan mentalnya nanti.

2. Hujani anak dengan ciuman dan pelukan


Apa reaksi Bunda ketika anak menumpahkan tepung di lantai lalu mengacak-acaknya? Marah, teriak histeris atau ngomel? Sebelum emosi Bunda meledak-ledak, coba beri anak ciuman yang bertubi-tubi dan peluk tubuh kecil mereka. Dengan memberikan pelukan dan ciuman, anak akan merasa kalau dirinya memperoleh rasa sayang yang besar dari orang tuanya. Di waktu yang sama, Bunda juga akan memperoleh perasaan serupa. Setelah memeluk anak ada rasa tenang di hati dan dengan seketika emosi yang meledak-ledak tadi akan hilang seketika.

3. Diam sejenak dan beri Jeda


Ketika anak membuat ulah, alih-alih marah, coba tenangkan diri sejenak dengan menjauh dari anak. Tinggalkan anak dan pergi ke ruangan lain untuk menenangkan diri. Hanya saja, pastikan kalau anak berada dalam kondisi aman dan jauh dari benda berbahaya saat ditinggalkan.

4. Ingat, anak adalah anugerah


Ketika emosi Bunda meluap dan rasa ingin marah pada anak, ingatlah kalau anak adalah anugerah Allah. Bukankah tidak semua orang diberi keturunan, walau sudah berupaya semaksimal mungkin? Coba perhatikan sekeliling Bunda, ada pasangan suami istri yang harus mengetuk pintu-pintu praktek dokter demi ikhtiar memiliki anak, ada pasangan yang harus menunggu bertahun-tahun lamanya untuk memiliki anak, dan berbagai kendala lainnya yang membuat mereka tidak diberi karunia anak. Bunda merupakan salah satu orang tua yang beruntung karena dianugerahi anak oleh Allah.

5. Anak yang aktif merupakan pertanda kalau mereka cerdas


Hal berikutnya yang perlu dingat kembali ketika melihat tingkah laku ajaib atau kenakalan anak adalah anak yang aktif merupakan pertanda kalau mereka cerdas. Anak yang memiliki gerak aktif semasa kecil, cenderung dikenal sebagai anak yang cerdas. Biarkan anak aktif bergerak sebagai tanda tumbuh kembangnya normal , malahan, anak yang hanya duduk diamlah yang patut diwaspadai tumbuh kembangnya.

6. Masa kecil anak tak bisa terulang

Sebelum memarahi anak, pikirkan kembali, bahwa masa kecil merupakan momen berharga dalam mendidik anak. Apalagi, masa kecil tersebut tak akan bisa diulang. Apapun yang mereka dapatkan selama anak-anak, akan menjadi kenangan berharga ketika mereka sudah dewasa.

Itulah 6 hal yang perlu bunda pikirkan lagi, kalau merasa emosi sudah meluap dan kesabaran dalam menghadapi anak sudah habis. So, pastikan stok sabarnya diperbanyak, ya Bunda.


EmoticonEmoticon