Tuesday, September 24, 2019

Fenomena Unik di Indonesia, Uang Receh Kembalian yang Diganti dengan Permen, Boleh Nggak Ya?

Fenomena Unik di Indonesia, Uang Receh Kembalian yang Diganti dengan Permen, Boleh Nggak Ya?



Rahma Weni “Uang kembaliannya Rp. 4.00 diganti permen, Mbk. Nggak ada recehan soalnya”

Pernah mendapat kata-kata sakti seperti itu dari kasir mini market? Saya sering, lho.

Pernah nggak, ketika  kamu belanja di mini market lalu uang kembalianmu yang berupa recehan diganti dengan permen? Kalau saya pernah, sering malah. Kalau kembaliannya Rp. 4.00 saya bakalan dapat 4 pcs permen. Saya sebagai konsumen merasa dirugikan. *Diiih, lebay banget sih, kan cuma 400 perak masa merasa dirugikan?* Iya kalau sekali belanja uangnya hilang 400, kalau dua kali belanja berapa, sembilan kali belanja udah berapa? *Naluri emak emak banget, nggak mau rugi* hehe. Padahal bisa jadi uang receh yang 400 perak tadi niatnya mau buat bayar parkiran atau buat keperluan lain. Siapa tahu, kan?

Kesal nggak ketika diganti dengan permen? Jujur kalau saya sih iya. Tapi, we have no choice. Mau menolak nggak bisa, satu satunya pilihan adalah menerima permen-permen itu dengan pasrah dan perasaan setengah ikhlas.

Saya heran dengan kejadian ini, sejak kapan permen menjadi alat tukar yang diakui? Siapa sih yang menjadi Pioneer kembalian dengan metode seperti ini? Sialnya lagi, permen-permen ini tidak bisa kita pakai lagi sebagi alat transaksi atau sebagi pengganti uang receh saat berbelanja. Serasa nggak fair aja gitu, ketika uang receh kembalian kita bisa diganti dengan sejumlah permen, lalu ketika kita belanja dengan nilai nominal yang ada recehannya, kita nggak bisa menggunakan permen-permen itu untuk membayarnya. 

Misalkan belanjanya Rp. 5.200, tidak serta merta kita bisa menyodorkan selembar uang lima ribuan ke kasirnya dan ditambah dengan 2 buah permen. Pembeli mesti menyodorkan uang dalam bentuk rupiah. Lalu kembaliannya akan diganti lagi dengan permen. Alhasil, bagi saya yang nggak terlalu suka permen, benda kecil itu menumpuk di laci meja bahkan jika diraba dari luar terasa lembek dan meleleh saking lamanya dibiarkan. *pliis, yang ini jangan ditiru ya, mubadzir*

Sebenarnya menggunakan permen sebagai pengganti uang kembalian merupakan hal yang nggak bisa dibenarkan. Pelakunya bisa kena sanksi pidana, lho. Sebagaimana dijelaskan di Undang-Undang Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999. Bukan hanya itu, tindakan penjual tersebut juga melanggar Pasal 23 ayat 1 Undang- Undang Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang, sebagaimanan dilansir dari https://www.bi.go.id/ Tentang Mata Uang dari Mengonversi uang kembalian menjadi permen merupakan tindakan yang ilegal dan tidak menghormati rupiah sebagai alat tukar yang sah.


Kita sebagai konsumen, punya hak dalam setiap transaksi. Memang sih hanya permen, tapi kan tetap aja nggak fair. Hak kita sebagai konsumen dicurangi. Memang sih hanya permen yang nilainya nggak seberapa, tapi kalau dibiarkan terus-terusan konsumen juga akan dirugikan, kan? Padahal Bank Indonesia masih tetap memproduksi uang recehan sebagai alat tukar menukar yang sah.


Jadi, mulai sekarang kalau dikasih uang kembalian diganti permen, kita bisa menolaknya karena itu merupakan hak kita dan pennjual juga bisa dilaporkan karena melanggar aturan. Serem juga ya. Atau kalau nggak ingin berada di posisi seperti ini, selalu sediakan uang receh bila kamu belanja ke mini market. Selain membawa tas belanja sendiri, kamu juga harus membawa uang receh ya.

Ketika permen beralih fungsi menjadi mata uang satu arah di negeri kita.
  


EmoticonEmoticon