Sunday, September 29, 2019

Pasar Van Der Capellen, Destinasi Hits Berburu Wisata Kuliner dan Budaya di Batusangkar dengan Nuansa Tempo Dulu


Pasar Van Der Capellen, Destinasi Hits Berburu Wisata Kuliner dan Budaya di Batusangkar dengan Nuansa Tempo Dulu


Pasar Van der Capellen, destinasi kits berburu kuliner dan seni
Pasar Van der Capellen img @pasarcapellen


Rahma Weni ----- Kabupaten Tanah datar, Sumatera Barat menghadirkan destinasi wisata baru dengan mengusung nuansa tempo dulu, yap pasar Van Der Capellen yang berlokasi di kawasan Benteng Van Der Capellen, sebuah benteng peninggalan Belanda yang berlokasi di Batusangkar, Tanah Datar, Sumatra Barat. Pasar Van Der Capellen ini diluncurkan pada 30 September 2018 silam.

Destinasi ini dibuat dengan mengusung suasana tempo dulu yang instagramable  dan kekinian. Pasarnya dibuka setiap hari Minggu pagi dari pukul 07.00 sampai pukul 12.00.  Pasar ini merupakan tempat yang tepat untuk berburu wisata kuliner autentik khas Tanah Datar dan juga berwisata budaya.

1. Kuliner Autentik Khas Tanah Datar

Di pasar ini pengunjung bisa memanjakan lidah dengan mencicipi berbagai makanan dan panganan khas Tanah Datar. Ada Lamang Tapai, Lamang adalah beras ketan yang dicampur dengan santan dan garam lalu dimasukkan dalam ruas bambu yang  masih muda kemudian dibakar di tungku selama beberapa jam sedangkan Tapai merupakan tape beras ketan yang difermentasikan. Rasanya? Sungguh juara. 

Lamang Tapai
Lamang Tapai, Kuliner di Pasar Van Der Capellen img source: @andika_jumper 

Selain itu ada juga Nasi Padeh, sesuai dengan namanya kuliner ini bercitarasa pedas yang ditambah dengan kelapa parut, cabai kering, ikan khas Sumatera Barat atau yang biasa disebut maco atau bada dan ditambah dengan bumbu aromatik dan rempah. Kuliner ini belum pernah saya coba. Semoga nanti kalau pulang kampung saya berkesempatan mencicipi kuliner yang kaya akan rempah ini. 


Nasi Padeh img @pasarcapellen

Ada Karupuak Kuah, jajanan favoritnya warga Minang. Kerupuk dari singkong yang seluruh permukaanya diberi olesan kuah kacang atau kuah sate lalu ditaburkan mie goreng. Tak cukup itu saja, masih banyak kuliner lain yang harus kamu coba di pasar ini. Ada Katupek Pitalah, Niro Talua, Sala Lauak, Kawa Daun dan sederet kuliner Tanah Datar yang sukses meruntuhkan program dietmu, hohoho. 
Soal rasa? Jangan ragu dengan tangan dan racikan orang Minang. Lamak bana!

Karupuak Kuah img @ota_lapau

 
 Baca juga:

Sejarah, Misteri dan Fakta Unik Jam Gadang Bukittinggi, Big Ben Kebanggaan Urang Awak

2. Keunikan Pasar Van Der Capellen

Tahu nggak, kalau belanja di sini nggak pakai uang rupiah? Semua transaksi di pasar Van Der Capellen menggunakan koin capellen, koin yang memang sudah disiapkan sebagai alat tukar dalam transaksinya. 1 koinnya seharga Rp. 2.500,. Koin ini dapat kamu tukarkan di stand panitia ketika memasuki kawasan pasar.  Untuk masuk ke kawasan pasar Capellen pengunjung tidak dipungut biaya, koin ini akan dipakai kalau kamu melakukan transaksi di sini

Koin dari Kayu yang dipakai untuk belanja img @pasarcapellen 

Selain koin, penjualnya juga mengenakkan baju khas perempuan Minang, Baju Kuruang Basiba lengkap dengan Tingkuluak untuk penutup kepala sedangkan penjual laki-laki memakai celana batik panjang dan Deta di kepala. 

3. Spot Foto Instagramable


Salah Satu Spot Foto Instagramable di Pasar Capellen img @pasarcapellen 
Aha, point ini adalah poin yang paling diminati dan paling dicari oleh semua kalangan. Banyak spot foto yang instagramable di sini yang layak kamu unggah ke media sosialmu. Ada dinding dari anyaman bambu, background sayap malaikat, payung warna warni dan berbagai ornament instagramable lainnya. Buat kamu yang suka selfie tempat ini highly recommended.


Spot Foto Instagramable di Pasar Capellen
Salah Satu Spot Foto Instagramable di Pasar Capellen img @pasarcapellen 

Pasar Van Der Capellen sengaja dibuat dengan mengusung konsep tempo dulu yang menghadirkan kearifan lokal warganya. Selain berburu kuliner asli khas Tanah Datar, kamu juga bisa menikmati live sound dari alat musik tradisional, pakaian serta alat makan tradisional.  Semua akan membawamu ke suasana tempo dulu.






EmoticonEmoticon