Tuesday, October 1, 2019

4 Tips Mudah Agar Anak Suka Membaca

4 Tips Mudah Agar Anak Suka Membaca

 
 4 Tips Mudah Agar Anak Suka Membaca
 4 Tips Mudah Agar Anak Suka Membaca

Rahma Weni ---- Punya anak yang suka membaca itu rasanya nano-nano. Di satu sisi saya senang melihat minat dan ketertarikannya pada buku disaat orang tua lain bersusah-susah mengenalkan buku pada anaknya. Tetapi, di sisi lain saya juga yang repot karena anaknya minta dibacakan buku setiap saat, nggak lihat keadaan. Bayangin aja, saya lagi masak tiba-tiba dia datang dengan setumpuk buku dan menyodorkannya pada saya. “Bundo, tolong bacain buku”, lagi nyuci pun diinterupsi dengan minta dibacakan buku. Bahkan saat saya di kamar mandi pun dia sudah nongkrong di depan pintu sambil memegang buku untuk dibacakan.
  
Memang sejak kecil saya mengenalkannya pada aktivitas membaca buku. Saya coba kenalkan buku sedikit demi sedikit, saya ceritakan satu gambar dan cerita. Sampai sekarang, di usianya yang 4 tahun, Zi sudah mulai menampakkan kecintaannya dalam membaca. Apa saja usaha dan tips yang saya lakukan agar anak bisa akrab dengan buku?

Kenalkan Buku Sejak Dini


 4 Tips Mudah Agar Anak Suka Membaca 
Saya mengenalkan Zi dengan buku pertama kali ketika umurnya 1 tahunan. Waktu itu ada bazaar Big Bad Wolf di Jakarta tahun 2016. Berhubung lokasi domisili yang jauh dari lokasi bazaar, saya memakai jasa titip yang ada di sosial media. Saya membeli buku anak yang jenisnya board book, flip flop dan activity book. Bukunya colorfull, kertasnya tebal dan halamannya terbagi dua bagian.

Perlahan saya bacakan buku pada bocah 1 tahun yang jangankan untuk mengerti ceritanya, bahkan untuk bicara pun dia belum bisa. Pada saat awal-awal dibacakan, anaknya nggak ngerti, melongo aja lihat saya membacakan buku dan membolak-balik halamnnya.
  
Saya rutinkan mengenalkan buku padanya. Butuh waktu berbulan-bulan untuk membuatnya sampai di tahap anteng dibacakan buku. Sampai akhirnya suka dan nagih minta dibacakan buku. Bahkan satu buku bisa khatam sampai berulang-ulang, lalu  minta dibacakan lagi. Saking seringnya dibacakan, dia sampai bisa membaca sendiri lengkap dengan menirukan intonasi saya ketika membacakan buku untuknya. Bukan karena sudah bisa membaca, tapi karena terlalu sering dibacakan akhirnya hafal.  Hmm, anak memang peniru ulung ya.

Baca juga:

Si Kecil Bosan Ketika Perjalanan Jauh? Coba Lakukan 4 Permainan ini selama di Kendaraan


Tempatkan Buku di Semua Sudut Ruangan



Letakkan buku di semua sudut ruangan dan di tempat yang bisa dijangkau anak. Jadi, ketika anak mau membaca buku, dia akan mengambil seendiri buku yang disukainya lalu membawanya ke kita untuk dibacakan. Kalau bertamu ke rumah saya, jangan heran kalau buku berserakan dimana-mana, bahkan di kasur pun ada buku. Setiap saat saya "ditodong" untuk membacakan buku yang segabruk sampai kadang mulut rasanya kering, tenggorokan serak karena "ditodong" bacain buku berjilid-jilid.

  
Ciptakan Kebiasaan Read Aloud

Pernah mendengar metode read aloud? Read aloud dapat diartikan dengan membacakan anak buku cerita, dengan suara yang lebih nyaring, intonasi yang berbeda dan juga diikuti dengan mimic wajah. Metode read aloud diperkenalkan oleh Jim Trelese dalam bukunya “The Read Aloud Handbook”. Menurutnya, metode read aloud merupakan metode membaca paling efektif untuk anak-anak. Mengapa? Karena metode ini bisa mengondisikan otak anak untuk merasakan bahwa membaca merupakan aktivitas yang fun. Poin penting metode read aloud yang harus dipahami bersama adalah mengajarkan anak suka membaca, bukan bisa membaca.

Beri Contoh

Anak akan lebih cepat memahami apa yang kita lakukan daripada apa yang kita ucapkan. Sebagai orang tua berikan contoh pada anak bahwa kita juga punya kebiasaan membaca. Mau baca buku cerita, novel atau majalah atau apapun nggak masalah. Sepanjang anak melihat kita membaca, maka anakpun akan mencontohnya. Ia akan terdorong juga untuk ikut membaca.

Itulah beberapa tips sederhana yang saya terapkan pada anak untuk menumbuhkembangkan  rasa cinta membaca sejak dini. Selamat bersenag-senang dengan buku. Semoga berhasil. Tapi, setelah berhasil resiko tanggung sendiri. Kalau setiap saat ditodong buat bacain buku sama anak bahkan tengah malam saat terbangun pun mintanya dibacain buku. Mata sepet, disuruh bacain buku, salah baca anaknya marah. Kejadian ini sering saya alami, lho. Ampun deh kalau kayak begini

















EmoticonEmoticon