Monday, June 15, 2020

Memantik Minat Baca Anak agar Melek Literasi, Let’s Read

                                                                                  

Memantik Minat Baca Anak agar Melek Literasi, Let’s Read





“Bundo, baca buku, yuuk"

Masih terekam jelas di ingatan saya kejadian tahun lalu, kata-kata yang sering diucapkan anak lima tahun ini kalau ia ingin dibacakan buku.

Tengah malam kalau terbangun, ia merengek minta dibacakan buku lagi. Kebayang kan tengah malam mata sepet dibawa baca buku? Gak fokus, buuk. Terus yang bikin "horor" adalah kalau saya salah baca, dia protes karena sudah hafal ceritanya saking seringnya dibacakan.  Bagian ini jauh lebih horor daripada dikoreksi dosen saat sidang skripsi. Haha.

Ritual sebelum tidur yang kami biasakan adalah membaca buku. Awalnya minta dibacain satu buku saja, tapi sudah habis 3 jilid anaknya masih belum merem, dia minta lagi dan lagi. Kadang saya sedang memasak atau mengerjakan pekerjaan rumah lainnya pun, dia minta dibacakan buku. Akhirnya semua pekerjaan terbengkalai, tumpukan piring kotor yang harus dicuci, cucian yang melambai-lambai, belum lagi setrikaan yang harus diselesaikan.

Tapi, itu dulu. Sekarang si gadis lima tahun ini sudah bisa membaca mandiri. Ia sudah sangat menikmati "bercengkerama" dengan buku-bukunya. Kami sama sekali tidak memaksanya untuk bisa membaca dan mengeja kata di usia dini, yang kami tanamkan hanyalah kebiasaan suka buku sejak dini. Bisa membaca merupakan bonus yang ia dapatkan karena suka dengan buku. Alhamdulillah.
  
Bagaimana cara menumbuhkan minat baca pada anak dan membuat kegiatan membaca menjadi sangat menyenangkan?
  

1.  Membiasakan Anak Berinteraksi dengan Buku sejak Dini

  
Board Book Pertama Beli di BBW
Board Book Flip Flap Pertama Beli di BBW

Saya pribadi mencoba mengenalkan  anak dengan buku sejak usainya 1 tahun.  Buku anak  pertama yang saya beli untuk Zifa adalah buku BBW. Tahun 2016, Big Bad Wolf ( BBW) yang merupakan bazar buku superbesar hadir di Jakarta dan saya bela-belain beli buku lewat Jasa Titip di Instagram dengan menguras habis tabungan dan uang jajan yang diberi suami. 3 buku awal yang saya beli adalah 1 Board Book Flip Flap, 1 Set Board Book Mini dan Ready Set Learn Alphabets. Awalnya saya nggak sadar masuk ke akun Jasa Titip tersebut, bermodal scroll feed eh akhirnya tersesat di sana dan endingnya saya “teracuni” dengan postingannya. Duuh, maafkan saya yang tersesat di jalan yang benar. 

Sejak saat itu saya mulai mengenalkan buku pada Zifa dengan cara mengajaknya bermain dengan buku,  membolak balik halamannya, melihat gambar-gambar yang ada di buku dan sesekali membacakan cerita padanya. Responnya gimana? Ketika tahap awal saya melakukan Read Aloud, dia melengos. Wkwk. Jangan harap anak akan duduk diam sembari kita membacakannya dari awal sampai akhir halaman. Baru dibacain sebentar barang 1 atau 2 tarikan nafas aja, anaknya sudah kabur kesana kemari.  Tapi, jangan patah semangat, tetap kenalkan dan tetap bacakan karena mereka mendengar, with their whole body.

Tahap pertama perkenalan dengan buku mungkin anak antengnya sebentar saja, tapi lama kelamaan mereka akan terbiasa dan mereka akan sangat menikmati bermain dengan buku. Jadikan aktivitas membaca sebagai kegiatan yang menyenangkan, jadikan buku sebagai kawan bermain yang seru untuknya. Kita tak harus menetapkan target muluk-muluk, tak perlu berambisi untuk membuat anak bisa baca di usia dini. Target utamanya adalah suka buku kalau anak sudah suka, maka dia akan mencari tahu bagaimana caranya untuk bisa membaca. Percayalah, anak-anak kita hanya butuh pembiasaan untuk bisa jatuh cinta dengan buku.
  

2. Sediakan Buku Bacaan yang Sesuai dengan Rentang Usia Anak

  
Bermain Board Book Halo Balita
Bermain Board Book
Tak hanya film, buku juga ada rating umurnya, lho. Pada usia Balita anak akan sangat tertarik dengan warna yang cerah. Sediakan mereka buku- buku dengan warna dan ilustrasi menarik, namun minim tulisan (wordless book).  Lalu, biarkan mereka berimajinasi sendiri dengan apa yang mereka lihat.

Selain Wordless book, pastikan juga buku anak terbuat dari bahan yang kokoh dan tidak mudah sobek, yap, Board Book (buku yang terbuat dari kertas karton) adalah pilihan tepat sebagai langkah awal perkenalannya dengan buku.

Selain board book dari BBW,  Board book lainnya yang saya punya untuk Zifa adalah Buku Paket Halo Balita. 1 paketnya berisi 25 jilid buku dengan tema yang beragam. Kebayang kan, buku yang awalnya cuma segenggaman jari dari BBW, tiba-tiba ditambah dengan segabruk buku yang langsung membuat rumah serasa perpustakaan pribadi. Review Halo Balita bisa dibaca di postingan dengan label Review.
  

3. Letakkan Buku di Tempat yang Mudah diakses


Saya meletakkan buku di tempat yang mudah untuk diakses anak. Layaknya mainan, mereka tidak perlu minta bantuan orang tua saat mereka ingin bermain dengan buku. Sebelum punya rak buku, saya meletakkan buku di dalam dus yang bagian atasnya dibiarkan terbuka. *anggap aja lemari buku ya, nak* Kemudian setelah punya rak buku sederhana, bukunya pindah rumah ke tempat yang lebih layak.

Di semua sudut rumah kontrakan kecil kami akan ada buku bergelimpangan. Di kasur ada buku, di rak piring ada buku, di tumpukan baju yang baru dicuci pun ada buku. Buku- buku ini malamnya sudah dirapikan, tapi ketika pagi mereka akan berpindah tempat, mereka pasrah dibawa kemana saja oleh pembaca ciliknya. Jangan ditanya seberapa berantakannya rumah kost kami, kayak kapal yang dirompak bajak laut.

4. Childreen See, Children Do



Anak sejatinya adalah peniru ulung, mereka akan mencontoh apa yang mereka lihat dalam kesehariannya. Peran orang tua sangat penting dalam membiasakannya dekat dengan buku. Jadilah panutan utama bagi mereka. Akan sangat sulit mengharapkan anak jadi suka membaca jika kita sebagai orang tuanya jarang baca buku. Anak perlu contoh nyata dari orang tuanya bahwa membaca itu sebegitu mengasyikkan.

Bahkan setelah punya buku pun, tugas orang tua tak berhenti sampai disitu saja. Ada tugas besar yang mesti ditunaikan, menjadikan buku sebagai bagian dari keseharian kita. Percayalah, tak ada satu buku pun yang akan membuat anak suka membaca dalam sekejap, buku sakti sekalipun. Begitu anak disodorkan buku mereka tidak ujug-ujug jadi suka dan gila membaca kalau hanya dibiarkan saja tanpa support system dari kita. Butuh usaha dan peran orang tua di dalamnya karena kita adalah garda terdepan dalam mengawali perjalanannya untuk suka membaca. 

Segudang buku-buku yang kita sediakan akan membawa mereka berpetualang kemana saja, ke seluruh penjuru dunia.
  

5. Membaca Bersama Anak di Aplikasi Let’s Read


Membaca Bersama di Aplikasi Let's Read
Membaca Bersama di Aplikasi Let's Read

Belakangan ini Zifa sering minta dibelikan buku  padahal baru 3 hari yang lalu kami membelikan buku untuknya. Buku seri dongeng negeri buah 15 jilid habis dilahap dalam 2 hari. Setelah buku bacaan habis, dia menodong kami lagi untuk beli buku. “Buku yang kemaren sudah selesai dibaca, sudah seriiing diulang-ulang. Adek jadi bosan bacanya ituuuu aja teruuusss”, begitu rengeknya.

Beruntung sekarang ada aplikasi Let’s Read yang menyediakan berbagai bacaan untuk anak, jadi saya punya stok bacaan ketika anak merengek minta beli buku (lagi). Dengan mengunduh aplikasinya, dijamin kita tidak akan kehabisan bahan bacaan. Aplikasi Let's Read ini diprakarsai oleh Books for Asia dari The Asia Foundation yang bertujuan menumbuhkan para pembaca cilik di Asia



Mengapa Membaca di Let’s Read?.Ada beberapa alasan mengapa kami membaca di Let’s Read


1.  Bacaannya Banyak




Buku bacaan yang disediakan di sini sangat banyak. Mulai dari level awal sampai level 5. Semakin tinggi level yang dipilih maka semakin banyak tulisannya dan semakin panjang ceritanya. Pilihan temanya juga beragam, ada tema Superhero dan Adventures yang biasanya digandrungi anak laki-laki dan ada tema persahabatan yang biasanya disukai anak perempuan. Temanya banyak, bisa di sesuaikan dengan minat anak. Selain itu, pilihan bahasanya pun banyak, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, serta bahasa daerah, keren kan? Jadi, selain membaca kita juga bisa belajar bahasa daerah. Semua buku bacaan serasa ada dalam genggaman.



 2.  Bisa di unduh Gratis dan Bisa Dicetak



Tampilan Depan Let's Read
Tampilan Depan Let's Read


Semua cerita di Let’s Read ini bisa diunduh secara gratis dengan format PDF dan nantinya bisa dibaca tanpa harus terkoneksi internet. Selain itu juga bisa dicetak, tapi bukan untuk dikomersilkan ya. Dengan adanya aplikasi Let’s Read ini tentunya anak tak akan kehabisan buku untuk dibaca.



3.  Ilustrasinya Menarik


Ilustrasi Let's Read
Ilustrasi Let's Read

Kalau ditilik buku anak itu ilustrasinya menarik dan eye catching banget, kan? Karena fokus utama anak saat disodorkan buku adalah gambarnya apalagi anak yang belum bisa membaca. Mereka lebih tertarik dengan gambar dan kemudian akan mengoceh sendiri dengan bahasa mereka seperti yang terjadi pada Zifa ketika dia belum bisa membaca.


4. Solusi Praktis Saat Bepergian


Kebayang kan kalau Travelling? Beuh, pasti bawaanya segambreng, bawa barang aja udah banyak ditambah lagi dengan buku bacaan. Nah, disaat seperti ini Let’s Read bisa diandalkan, lho. Kita tak harus membawa buku untuk menemani anak, cukup dengan aplikasi yang sudah diunduh, kita bisa menciptakan kegiatan membaca bersama anak. Praktis, kan?

Bagaimana, tertarik untuk mengunduhnya karena banyak keunggulannya? Yuk, kita tanamkan minat baca sejak dini pada anak agar kelak mereka tumbuh menjadi generasi melek literasi, bukan generasi yang gagap literasi. Aplikasi Let’s Read ini sangat cocok dijadikan media untuk memantik minat baca anak. 

Aplikasi Let's Read bisa di unduh di sini https://bit.ly/downloadLR


Unduh Aplikasi Let's Read

Unduh Aplikasi Let's Read


Kehadiran Let’s Read semoga bisa memantik dan  mendongkrak minat baca anak-anak Indonesia karena menurut laporan  PISA (Programme for International Student Asessment) 2019, skor membaca Indonesia ada di peringkat 72 dari 77 negara. Sungguh miris sekali.

Semoga dengan adanya Let’s Read ini bisa membawa perubahan untuk menggeser posisi Indonesia agar berada di papan atas skor PISA. Yuk, lakukan perubahan dengan memulainya dari keluarga kita, dari hal yang paling kecil dan dimulai saat ini juga.

"Children are made readers on the laps of their parents."
-Emilie Buchwald



Sumber bacaan: 

https://www.liputan6.com/global/read/4126480/skor-terbaru-pisa-indonesia-merosot-di-bidang-membaca-sains-dan-matematika






This Is The Newest Post

1 komentar

aplikasinya bisa sekalian buat anak belajar bahasa asing ya..seru..


EmoticonEmoticon